Takut Menikah
Infokua.com - Takut Menikah

Takut Menikah? Ini 5 Hal Paling Dikeluhkan Sebagai Alasannya

Diposting pada

Infokua.com – Rasa Takut Menikah kerap melanda seseorang, baik perempuan dan laki-laki, dalam hal ini yang akan menjadi pengantin wanita maupun pengantin pria.

Ada beragam alasan yang menjadi penyebab atau yang kerap dikeluhkan yang membuat mereka akhirnya takut untuk menikah.

Bahkan keseriusan yang telah dibangun pada akhirnya menjadi berantakan, dan pernikahan yang telah direncanakan menjadi gagal.

Tentunya kamu tidak ingin mengalami hal ini. Adapun jika beberapa hal yang coba tim kepenulisan Info KUA ini kutip juga yang kamu alami, tentunya kamu harus mengatasinya dengan segera.

Bagaimana cara mengatasi rasa takut menghadapi pernikahan, berikut juga akan tim Info KUA sertakan video tayangan diskusi yang berhasil tim kepenulisan kutip dari berbagai sumber informasi, silakan di simak hingga akhir artikel:

5 Hal Yang Paling Sering Dijadikan Alasan Takut Untuk Menikah

Takut Menikah
Infokua.com – Takut Menikah

Kamu Takut Menikah? Ketahui beberapa hal berikut ini:

  1. Takut Menikah Karena Miskin
  2. Takut Menikah Karena Belum Mapan
  3. Takut Menikah Karena Belum Bekerja
  4. Takut Menikah Karena Trauma
  5. Takut Menikah Karena Harus Tinggal Sama Mertua

Jadi ada 5 hal yang selaku tim kepenulisan artikel ini melihat dan mendengar dari berbagai cerita teman-teman. Apakah kamu juga mengalami hal tersebut.

Jadi ada beberapa hal yang harusnya kamu ketahui akan hal ini dan bagaimana cara mengatasinya.

Karena tentunya ada faktor seseorang yang mengalami perasaan takut, apalagi takut berlebihan atau Gamophobia akan komitmen pernikahan ini.

Sementara seseorang yang hendak melaksanakan pernikahan tentunya memiliki motivasi dalam membangun rumah tangga, motivasi menikah dalam Islam salah satunya adalah menjalankan sunnah Rasulullah dalam mewujudkan pernikahan bahagia.

Namun bagaimana cara menghadapi rasa takut? Terutama dalam pernikahan yang akan dihadapi, berikut penjelasan dari beberapa poin di atas:

1. Takut Menikah Karena Miskin

Banyak dari kita yang menunda pernikahan, atau takut menghadapi pernikahan karena alasan ia dari keluarga miskin.

Alasan ini menurut penulis tentu tidak dibenarkan, dan sebaiknya bukan menjadi sebuah alasan tidak menikah atau dalam perasaan ketakutan dalam menghadapi pernikahan.

Ingatlah Firman Allah dalam Surah An-Nur ayat 32:

“Dan nikahkanlah orang orang yang masih membujang di antara kamu, dan juga orang orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang laki laki dan perempuan.

Jika mereka miskin, Allah akan memberi kemampuan kepada mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Mahaluas (pemberian-Nya), Maha Mengetahui.”

Dari Surah An-Nur ini kita memahami bahwa Allah memudahkan segala urusan bagi mereka yang menikah, meski dalam kategori ‘jika mereka miskin’.

Dari penjelasan tersebut jugalah sebagai alasan mengapa kita harus menikah, dan yang menjadi faedah dalam menikah. Setidaknya kita juga bisa memahami anjuran menikah.

Alasan masih dalam kondisi miskin bukan menjadi alasan yang dapat dibenarkan untuk tidak menikah.

2. Takut Menikah Karena Belum Mapan

Belum mapan pun demikian. Apakah belum mapan sampai akhirnya membuat kita tidak menikah? Tentunya tidakkan.

Rukun nikah dan syarat nikah pun tak ada yang melarang seseorang yang belum mapan untuk tidak menikah. Satu hal yang harus kamu yakini ketika dihadapi permasalahan ini adalah, yakinkan menikah karena Allah SWT.

Sebab, Allah yang menjamin kehidupan kita. Sama halnya penjelasan di atas, kemiskinan, kebelummapanan bukanlah suatu penghalang untuk melangsungkan pernikahan.

Seperti apa yang ditunjukan Rasulullah SAW. Rasulullah berani menikahkan seorang perempuan yang datang kepadanya dengan seseorang pria miskin yang tidak memiliki apa-apa selain pakaian yang melekat pada tubuhnya.

Banyak juga pembelajaran lainnya yang bisa dijadikan contoh dalam hal ini. Maka jangan takut untuk melangsungkan pernikahan karena alasan belum mapan.

Namun jika rasa takut itu muncul padamu, itu adalah hal yang wajar, gundah, resah, bimbang, galau dan lain halnya rasa yang timbul itu adalah hal yang wajar bagi kamu yang akan menghadapi pernikahan.

Namun jangan dibuat rasa takut itu menjadi berlebih. Jangan teralalu khawatir akan pikiran yang menghantui, apalagi bagi seorang pria.

Karena biasanya ada timbul kehawatiran tidak dapat mencukupi kebutuhan rumah tangga, tidak dapat memenuhi kebutuhan yang harus dipenuhi sang anak, dalam membimbing dan mendidik anak?

Percayalah janji Allah, akan kemudahan dari hari ke hari, tahun ke tahun dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga selama kamu masih terus mampu berusaha.

3. Takut Menikah Karena Belum Bekerja

Bisa jadi kamu sedang alami hal ini, takut menikah karena belum bekerja? Lalu apa yang tengah kamu hadapi ini wajar dan apakah boleh tidak menikah karena belum bekerja?

Satu hal yang bisa kamu kuatkan motivasi untuk menikah, dan menghidari rasa cemas atau ketakutan untuk menikah karena belum mendapatkan pekerjaan adalah sebagai motivasi untuk terus berupaya.

Dalam QS. At Thalaaq (65) : 2-3 disebutkan, “Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar.

Dan memberikan rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)-nya.”

Dari penjelasan kutipan di atas kita harus memahami dan sama sama belajar, bahwa pekerjaan bisa diperjuangkan, dan tidak menjadi salah satu hambatan untuk tidak menikah atau takut untuk bisa melangsungkan niatan suci ini.

Menikah tak harus menunggu kaya. Justru inilah sarana bagi kamu dalam berbuat kebaikan memenuhi tanggung jawab, dengan memperbaiki diri dan mengamalkan rasa sabar dalam dinamika hidup bersama keluarga.

4. Takut Menikah Karena Trauma

Bisa jadi ini juga yang tengah kamu alami, trauma, sehingga takut menikah. Penyebab trauma ada banyak latar belakangnya.

Misalnya saja karena masa lalu dengan pacarnya, masa lalu yang gagal dengan pernikahan sebelumnya. Bisa juga takut menikah karena broken home, sehingga takut menghadapi hal yang sama seperti yang dihadapi orang tuanya.

Tentu banyak sekali penyebabnya, di setiap orang akan berbeda. Namun tentu ketakutan dan rasa trauma itu tidak boleh dibiarkan berlarut-larut, harus segera di atasi.

Jangan menjadikan trauma itu menjadi dendam pernikahan yang akhirnya ditakuti. Sebab rasa trauma berlebihan ini akan menjadi dampak panjang, hingga stres menghadapi pernikahan. Tentu ini tidak akan baik.

Sebaiknya bisa saling terbuka dan saling membicarakan dari hati ke hati, meminta pendapat dari orang yang dipercaya dapat memberikan solusi, setidaknya menguatkan diri dan menghapus dari rasa trauma itu.

5. Takut Menikah Karena Harus Tinggal Sama Mertua

Ada banyak yang perlu dipikirkan selama menghadapi pernikahan. Seseorang yang sudah beranjak dewasa dan persiapannya tentu akan kepikiran bagaimana jika tidak cocok di kemudian hari dengan mertuanya?

Apa yang harus dilakukan, bagaimana mengelola rasa marah, bagaimana harus kuat menghadapi tuntutan dan tekanan, karena tak sedikit ada orang tua yang masih ikut dalam urusan rumah tangga anaknya.

Seperti dalam tayangan di video channel youtube akubisaorg yang penulis tonton ini juga, ada pertanyaan hal yang sama terkait takut menikah karena harus tinggal bersama mertua, dan ada penjelasan dari psikologi keluarga terkait hal tersebut:

Silakan disaksikan diskusinya, kita akan belajar banyak hal dalam mengelola perasaan, termasuk menjadikan hubungan dengan mertua dengan menganggapnya sebagai orang tua sendiri sebagai sedekah dan berbuat baik.

Dalam hal ini tentunya tergantung bagaimana seseorang juga bersikap kepada rumah tangga dan pernikahannya. Karena menikah bukan hanya sekedar aku dan dia (sepasang suami istri) tetapi juga keluarga besarnya.

Baca Juga: Kata Kata Bijak Pernikahan Untuk Kamu Yang Akan Menikah

Itulah yang bisa kita pahami tentang mengelola rasa takut akan pernikahan. Setidaknya kita bisa sama-sama belajar, dan memperbaiki diri, serta menjadikan diri lebih baik.

Terutama menghindari hal hal yang menjadikan rasa takut berlebih, termasuk dalam pernikahan. Sekian yang bisa disampaikan, semoga informasi ini dapat bermanfaat. Terimakasih. Salam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *