Rumah Tangga Dalam Islam
Ilustrasi : Rumah Tangga Dalam Islam

Rumah Tangga Dalam Islam, Ini Adab & Tipsnya

Diposting pada

Infokua.comRumah Tangga Dalam Islam kehidupannya tak luput dari aturan yang telah ditetapkan Allah SWT. Seperti kita ketahui harapan dalam membangun dua insan menjadi satu adalah sakinah, mawadah dan warohmah.

Maka, rumah tangga lahir dari sebuah proses pernikahan antara dua insan baik dengan cara yang baik taaruf dalam islam, kehidupan berumah tangga tak luput dari aturan yang telah ditetapkan oleh Allah.

Terlebih dalam hal ini, ada banyak hal yang bisa kita pelajari dan pahami, tak sekedar bagaimana cara membangun rumah tangga dalam Islam saja. Tetapi juga terkait membantu konsultasi rumah tangga pihak lainnya yang bertanya.

Dalam hal ini, contohnya, Bagaimana kita mengelola rumah tangga agar terwujudnya keluarga yang sakinah, mawadah, dan waromah telah dianjurkan oleh Allah dalam berbagai firman yang telah ditafsirkan.

Selanjutnya, tentang bagaimana cara menghadapi masalah rumah tangga dalam Islam? Dan bagaimana adab berumah tangga menurut Islam?

Sehingga ketika mendapatkan cobaan dalam rumah tangga menurut Islam kita dapat membangun komunikasi yang baik antar keluarga. Terutama antar suami istri.

Sehingga, di kemudian hari Istri Kabur dari Suami tidak pernah terjadi. Karena sudah saling memahami peran suami dalam rumah tangga menurut islam, dan hak istri atas suami.

Tentunya informasi ini adalah salah satu cara menjawab curhat masalah rumah tangga dalam islam yang kerap disampaikan banyak teman kepada penulis.

Namun tenang. Ketika kedua insan melakukan pernikahan, biasanya ada penataran pra nikah yang didalamnya juga berisi tentang konsultasi rumah tangga di KUA.

Rumah Tangga Dalam Islam

Rumah Tangga Dalam Islam
Ilustrasi : Rumah Tangga Dalam Islam

Keberhasilan sebuah keluarga bergantung dari bagaimana pasangan tersebut menjalankan rumah tangganya. Masing-masing anggota keluarga memiliki kewajiban untuk menjadikan keluaga menjadi keluarga yang baik.

Baik istri maupun suami memiliki hak dan kewajiban yang berbeda sesuai dengan ketentuan dan kedudukannya.

Namun satu hal yang pasti adalah kedua belah pihak wajib untuk saling mendukung agar kehidupan berumah tangga berjalan dengan baik dan sesuai dengan ajaran islam.

Berikut adalah kewajiban dalam berumah tangga yang diemban oleh suami dan istri dan wajib dilaksanakan bagaimanapun keadaannya.

1. Menetapkan dan mewujudkan visi dalam berumah tangga

Setiap orang mempunyai prinsip dan pandangan yang berbeda dalam menjalani kehidupan. Suami dan istri wajib untuk menyatukan pikiran dan menentukan visi dalam berumah tangga.

Setidaknya hal tersebut juga sudah terpaparkan dalam motivasi menikah bagi dua insan yang sudah siap untuk menjadi satu keluarga.

Visi adalah tujuan jangka panjang yang harus dicapai. Hal ini agar dalam berumah tangga tidak akan tersesat dan salah jalan.

Oleh karenanya hal pertama yang musti dilakukan adalah menentukan visi yang didasari dengan niat baik tentunya.

“Wahai sekalian manusia bertaqwalah kepada Rabb mu yang telah menciptakan kalian dari seorang diri, dan darinya Allah menciptakan pasangannya, dan dari keduanya Allah memberikan keturunan laki-laki dan perempuan yang banyak.

Dan bertaqwalah kepada Allah yang dengan (menggunakan) nama-Nya kalian saling meminta satu sama lain , dan (peliharalah) hubungan kasih sayang. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kalian”. (QS An-Nisa : 1)

2. Memiliki Cara Menjaga Keharmonisan Keluarga

Setiap rumah tangga pasti memiliki ujian tersendiri, tidak mungkin ada keluarga yang luput dari ujian. Ketika menghadapi ujian atau cobaan dari Allah suami dan istri harus berusaha ikhlas dan sabar menghadapinya.

Dengan demikian masalah yang ada akan mudah terselesaikan apabila saling mendukung dan menguatkan satu sama lain.

Harapannya adalah keharmonisan dalam keluarga akan tercipta dan terjaga tanpa ada konflik yang bisa memecah belah kekeluargaan.

“Dan pergaulilah pasanganmu dengan ma’ruf (baik). Apabila kamu tidak menyukai (salah satu sifat) mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak (di sisi lain)”. (QS. An-Nisa:19).

Tak sedikit juga para istri yang selalu mendoakan terbaik untuk suaminya. Termasuk doa agar suami setia. Begitu sebaliknya.

3. Membesarkan anak dengan baik

Hasil dari sepasang suami dan istri adalah anak-anak. sudah menjadi kewajiban suami istri yang memutuskan untuk menjadi orang tua.

Anak yang tercipta merupakan kepercayaan dari Allah SWT yang telah memberikan rejeki kepada keluarga untuk memiliki keturunan. Maka tidak ada sanggahan bahwa anak yang lahir adalah 100% tanggung jawab orang tuanya.

Orang tua wajib membesarkan dan merawat anak tersebut sebaik mungkin. Mendidik anak sebagaimana Rasulullah mendidik anak-anak beliau. Juga menjamin keselamatan dan kesejahteraan anak.

Karena anak tidak pernah meminta untuk dilahirkan ke dunia, ketika berniat untuk memiliki anak maka harus siap untuk menanggung tanggung jawab sepenuhnya.

Jangan lupa juga untuk selalu mengirimkan doa untuk suami dan anak. Setidaknya doa istri untuk suami dan anak agar diberkahi dunia akhirat.

4. Mengelola Aset dan Keuangan Keluarga

Ini adalah hal yang sangat krusial. Ketika suami memiliki kewajiban untuk mencari nafkah dan mencukupi kebutuhan istri dan anak, istri wajib membantu dengan mengelola keuangan dan menjaga aset keluarga.

Jika istri bisa dan ingin bekerja selagi suami mengizinkan maka itu diperbolehkan. Jaman sekarang segala kebutuhan sangat mahal, belum lagi investasi pendidikan dan kesehatan.

Keuangan keluarga harus dikelola dengan baik dan bijak agar optimal kegunaaanya sehingga kebetuhan keluarga tercukupi.

Suami dan istri harus bekerja sama dengan sangat baik dalam hal ini, karena banyak kejadian perceraian yang terjadi didasari oleh masalah ekonomi.

Baik suami dan istri memiliki tanggung jawab yang sama untuk mengelola keberlangsungan ekonomi keluarga.

Rumah tangga harus diisi oleh manusia yang siap secara keseluruhan. Baik mental, fisik, dan juga fikiran.

Ketika berumah tangga tidak bisa hanya memikirkan dari pihak sendiri saja tapi harus selalu berbagi fikiran dengan pasangan saat harus memutuskan sesuatu.

Tak jarang hal-hal seperti ini akhirnya menimbulkan konflik dalam rumah tangga.

Bahkan ketika suami dan istri telah berumur dewasa pun masih sering terjadi konflik, apalagi kalau pasangan masih berumur muda yang biasanya belum bisa bijak.

Setelah membahas kewajiban dalam berumah tangga yang harus diemban oleh suami dan istri, mari kita bahas hal-hal yang harus dilakukan ketika terjadi pertengkaran atau ada masalah dalam berumah tangga.

Cara Menghadapi Masalah Rumah Tangga Dalam Islam

Selanjutnya ada yang juga menjadi salah satu bagian dari penjelasan poin-poin di atas. Dalam hal ini adalah tentang bagaimana cara kita dalam menghadapi persoalan rumah tangga.

Dalam hal ini tentunya cara kita dalam menghadapi masalah rumah tangga dalam Islam?

Cara yang kerap menjadi nasihat kepada calon pengantin oleh penghulu KUA adalah biasanya suami istri harus sama sama mampu menyelesaikan masalah dengan kepala dingin.

Sebab, masalah tidak akan selesai bila kita menghadapinya dengan emosi dan amarah yang menggebu-gebu.

Amarah hanya akan menimbulkan masalah yang lain, ketika kita tidak bisa mengontrol emosi biasanya kita tidak sadar akan apa yang mulut ucapkan.

Bisa saja kata-kata yang dilontarkan menyakiti orang lain atau mungkin kita mengatakan sesuatu yang tidak pantas diucapkan.

Pun ketika ingin membicarakan suatu masalah dengan pasangan, hendaknya memilih waktu dan kondisi yang tepat. Pilihlah waktu dimana pasangan sedang dalam keadaan baik.

Kemudian pilihlah pemakaian kata yang baik juga, jangan menggunakan kata-kata yang bisa memprovokasi dan menyinggung pasangan.

Semua ini dilakukan agar bisa membicarakan masalah dengan kepala dingin. Sikap saling pengertian seperti ini juga harus dimiliki oleh setiap pasangan.

Jadi jangan sampai masalah yang ada tidak selesai malah muncul masalah yang lain ya.

Baca Juga: Hukum Suami Meninggalkan Istri, Ini Penjelasan Lengkapnya

Selanjutnya, yang kedua adalah, memilih jalan keluar yang bisa diterima dan disetujui oleh semua pihak dengan menghargai pendapat masing-masing.

Jangan pernah memaksakan kehendak dengan menjadikan pendapat kita yang harus diterima, dengan begitu kita menjadi orang egois dan tidak demokrasi.

Kalau memang memungkinkan dan dirasa perlu, tidak ada salahnya meminta saran dan pendapat dari orang tua atau orang yang dirasa mampu untuk memberikan nasihat.

Mungkin saja dengan begitu pikiran masing-masing dapat terbuka kemudian masalah dapat terselesaikan.

Baca Juga: Hukum Istri Meninggalkan Suami, Ini Penjelasan Dalam Islam

Ketiga, apabila sudah tercapai kata mufakat, maka wajib untuk menjalankannya. Bagaimanapun juga keputusan tersebut sudah disepakati maka tidak ada alasan untuk tidak melaksanakannya.

Sesungguhnya adalah sebuah kewajiban untuk menjalankan kehidupan beragam dengan dilandasi nilai-nilai agama.

Kesimpulannya, jalanilah kehidupan berumah tangga menjadi sarana untuk beribadah. Wujudkan agama yang sakinah, mawaddah, waramah dengan berdasar kepada nilai dan ajaran agama islam.

Baca Juga: Syarat Sah Talak 1, 2, & 3 dan Cara Rujuknya

Itulah beberapa hal penting yang bisa kita pelajari dan pahami tentang bagaimana cara membangun rumah tangga dalam Islam yang baik.

Namun ini sebagian kecil penjelasan. Masih ada banyak penjelasan yang bisa kita coba pahami dan pelajari. Sehingga menjadi penjelasan yang baik dalam membangun rumah tangga.

Tak ada salahnya kita juga mempelajari hal hal lain yang menjadikan pembelajaran yang baik. Sehingga informasi yang bisa kita dakwahkan dapat juga menyampaikan kebaikan.

Sekian yang bisa disampaikan. Semoga informasi ini dapat bermanfaat untuk kita semua. Sekian Terimakasih. Salam.

4 thoughts on “Rumah Tangga Dalam Islam, Ini Adab & Tipsnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *