Resepsi Pernikahan Ketika Wabah Corona
Ilustrasi Infokua.com - Resepsi Pernikahan Ketika Wabah Corona

Resepsi Pernikahan Ketika Wabah Corona Saat New Normal, Bolehkah?

Diposting pada

Infokua.com – Ada beberapa pertanyaan masuk ke tim kepenulisan web Infokua.com, terkait resepsi pernikahan ketika wabah corona saat new normal sudah digalakan pemerintah.

Pertanyaannya? Apakah boleh resepsi pernikahan ketika masih terjadi wabah covid19 atau virus corona ini diberlangsungkan, meski ada kebijakan new normal?

Seperti yang kita ketahui, new normal, atau era normal di tengah pandemi virus yang belum berujung di mancanegara ini menjadi harapan baru, khususnya bagi para pengusaha industri pernikahan.

Demikian juga bagi mereka sepasang kekasih yang akan melanjutkan hubungannya ke jenjang pernikahan, apalagi yang telah merencanakan resepsi pernikahan.

Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) maupun menyebarnya wabah hingga ke daerah membuat aktifitas resepsi pernikahan lumpuh. Alhasil, sebagian besar hanya melangsungkan akad nikah tanpa adanya pesta.

Resepsi Pernikahan Ketika Wabah Corona Saat Tatanan Hidup Baru (New Normal) Diterapkan

Telah dijelaskan oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian di beberapa media nasional, bahwasannya, pemerintah daerah memiliki wewenang membubarkan acara resepsi pernikahan saat new normal atau yang disebut dengan tatanan hidup baru ini mulai diterapkan.

Catatan pembubaran yang bisa dilakukan adalah ketika dalam keberlangsungan resepsi pernikahan tidak memperhatikan protokol kesehatan atau prosedur kesehatan saat wabah ini tidak dipatuhi.

Kewenangan pemerintah daerah dalam aturan resepsi pernikahan ketika wabah corona saat new normal diberlakukan ini tertuang dalam Keputusan Mendagri No. 440-830 tahun 2020.

Yakni, dalam bagian Protokol Penyelenggaraan Acara mencakup pernikahan, ibadah, konser, serta acara olahraga.

Kepmendagri yang diteken Mendagri Tito Karnavian, Rabu (27/5) ini juga menjelaskan tentang pertemuan yang diselenggarakan secara pribadi di ruang yang dikelola secara pribadi.

Meski pertemuan pribadi di ruang pribadi, namun tidak mematuhi aturan/protokol kesehatan akan dibubarkan oleh institusi di bawah komando pemerintah daerah.

Hal ini dilakukan setelah ditentukan oleh pihak berwenang bahwa peraturan tersebut tidak memperhatikan langkah-langkah keselamatan umum.

Acara Resepsi Pernikahan Melibatkan Banyak Orang, Perhatikan Hal Ini?

Resepsi Pernikahan Ketika Wabah Corona
Ilustrasi Infokua.com – Resepsi Pernikahan Ketika Wabah Corona

Nah yang perlu juga diketahui adalah aturan yang telah diterapkan selama PSBB berlangsung masih tetap berlaku.

Sehingga, catatan yang harus dipahami ialah acara resepsi pernikahan yang melibatkan banyak orang tidak boleh dilakukan.

Jadi larangan melibatkan banyak orang itu tetap berlaku saat new normal diterapkan. Tak hanya itu saja, merujuk Kepmendagri no. 440-830, penyelenggaraan acara saat new normal harus mengantongi izin dari pemda.

Selain itu, acara yang dibuat juga harus mematuhi protokol terkait pencegahan corona. Protokol pencegahan corona saat resepsi atau acara adalah:

  1. Pembatasan jumlah orang yang masuk, membuat tanda visual untuk memastikan penjagaan jarak antar peserta dan dapat terhindar kontak langsung dengan peserta.
  2. Menghindari penggunaan uang konvensional.
  3. Menyediakan sarana cuci tangan di tempat strategis,
  4. dan menggunakan tempat makan serta minum sekali pakai.
  5. Penyelenggara acara juga wajib menggelar pemeriksaan suhu tubuh bagi peserta.

Catatan Pernikahan Saat Wabah Corona

Di dalam Kepmendagri di atas dijelaskan, pernikahan merupakan termasuk kategori pertemuan khusus yang baru boleh dilakukan mulai tahap kedua pelonggaran PSBB.

Tahap satu dilakukan satu hingga dua minggu, sedangkan tahap dua dilakukan empat hingga delapan minggu. Pelonggaran PSBB ini berlaku untuk daerah yang sudah memenuhi kriteria zona hijau.

Tak hanya itu saja, bahkan daerah tersebut juga harus patuh dengan memenuhi kriteria sedang dalam indikator kemampuan penanganan kesehatan masyarakat yang terinfeksi Covid-19.

Selanjutnya juga, terkait kemampuan melakukan penelusuran kontak dekat masyarakat dengan ODP dan PDP, serta orang yang dimakamkan dengan protokol Covid-19.

Harapan Pengusaha Pernikahan Indonesia

Dilansir dari beberapa media, tanggapan dari Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Pernikahan Indonesia, Andie Oyong.

Ia berharap pemerintah mengizinkan lagi masyarakat menggelar pesta pernikahan dengan menerapkan protokol kesehatan. Bahkan pihaknya tengah berupaya melakukan audiensi dengan pemerintah kota.

Siap Terapkan Protokol Kesehatan Yang Ketat Saat Resepsi Pernikahan Berlangsung

Bahkan pihaknya siap terapkan protokol yang ketat untuk tamu undangan yang akan hadir di pesta pernikahan. Sehingga menciptakan keamanan untuk datang ke acara resepsi.

Tak hanya itu saja, untuk pernikahan di gedung misalnya, atau di lokasi-lokasi yang telah ditentukan.

Misalnya resepsi pada umumnya cukup 2 jam, kini durasinya akan ditambah menjadi 4 jam agar dapat terjadi pembatasan jumlah tamu per sesinya.

Dirincikannya, satu sesi sudah selesai nanti ada yang namanya jeda sekitar 30 menit sampai 1 jam untuk penyemprotan disinfektan supaya tamu sesi dua bisa masuk dalam ruangan yang sudah aman setidaknya dari yang sesi satu.

Tak hanya itu saja, bahkan informasinya, tamu undangan di resepsi pernikahan wajib menggunakan masker, kecuali saat makan.

Demikian juga yang akan dilakukan di pintu masuk tempat resepsi yang akan dilakukan pengecekan suhu tubuh untuk memastikan tamu yang datang dalam keadaan sehat.

Jadi, tamu yang datang akan melewati metal detector, dan akan melewati pengecekan titik suhu.

Nah jika saat pengecekan titik suhu tamu tidak bisa lewat, maka akan dialihkan ke pintu exit ada bilik kesehatan yang disiapkan dari venue masing-masing, ada tenaga medis dan ambulance.

Langkah selanjutnya, ketika lolos dari pengecekan suhu, tamu undangan akan diarahkan mencuci tangan. Baik di wastafel yang telah disediakan maupun di kamar mandi terdekat.

Selain itu, saat proses loading dekorasi tempat juga dirancang bergantian, sehingga tak terjadi penumpukan massa. Dari segi dekorasi akan dihindari material berbahan kain dan bunga palsu yang dinilai sebagai pembawa virus.

Jadi yang akan digunakan adalah fresh flower, dia tidak menjadi carrier tetap untuk virus dan untuk membantu teman-teman petani bunga di sektor hilir.

Jumlah kursi juga akan disesuaikan. Tamu yang datang diharuskan duduk. Bahkan, tamu undangan tak diperkenankan untuk mengambil makanan sendiri, melainkan akan diambilkan pelayan yang telah disiapkan.

Baca Juga: Panduan Menikah Saat Pandemi Covid19 di Kediri

Itulah beberapa hal yang bisa kita pahami tentang resepsi pernikahan ketika wabah corona ini masih berlangsung dan saat menghadapi now normal atau tatanan kehidupan baru.

Selain itu juga tentunya pelayanan akad nikah di KUA harus juga patuhi protokol kesehatan yang telah ditentukan untuk memutus rantai penyebaran covid19.

Sekian yang bisa disampaikan, semoga informasi ini bermanfaat. Terimakasih. Salam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *