Pelayanan Akad Nikah di KUA
Pelayanan Akad Nikah di KUA

Pelayanan Akad Nikah di KUA Harus Patuhi Protokol Kesehatan

Diposting pada

Infokua.com – Selama masa pandemi Covid-19 atau wabah virus corona masih berlangsung, pelayanan akad nikah di KUA (Kantor Urusan Agama) pesan Kementerian Agama harus patuhi protokol kesehatan.

Untuk memudahkan layanan akad nikah yang akan dilangsungkan di KUA, pemerintah pun telah memberikan otoritas ke Kepala KUA di masing-masing wilayah untuk dapat mengatur pelaksanaan pencatatan nikah di kantornya.

Hal tersebut seperti yang telah disampaikan Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah Ditjen Bimas Islam Muharam Marzuki, di Jakarta, Jumat (08/05) lalu.

Ia sampaikan pada saat menjadi narasumber Dialog Bina KUA dan Keluarga Sakinah oleh Ditjen Bimas Islam secara virtual aplikasi zoom.

Menurutnya, Kepala KUA telah diberikan otoritas mengatur dan mengendalikan pelaksanaan akad nikah yang telah disesuaikan dengan kebijakan pemerintah.

Hal ini dilakukan di masa darurat pandemi wabah covid-19 agar wabah tidak meluas dari satu manusia ke manusia lainnya.

Mantan Kepala Puslitbang Bimas Agama dan Layanan Keagamaan Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama tersebut dihadapan 100 peserta dialog virtual antaranya terdiri dari Kepala dan petugas KUa se-Indonesia.

Ia menjelaskan, bahwa KUA berhak menolak pelaksanaan pencatatan akad nikah jika calon pengantin tak bersedia melakukan protokol kesehatan yang telah ditentukan selama wabah pandemi corona masih berlangsung.

KUA Kecamatan Boleh Menolak Pencatatan Pernikahan

Pelayanan Akad Nikah di KUA
Pelayanan Akad Nikah di KUA

Bahkan Muharam menyampaikan, Kepala KUA Kecamatan boleh menunda atau bahkan berhak menolak mencatat pernikahan yang dinyatakan tidak sesuai dengan protokol kesehatan penanganan wabah covid-19.

Kendati demikian, dijelaskan Muhamar, akad nikah adalah salah satu jenis layanan yang sudah seharusnya tetap bisa berjalan kendari dalam masa atau suasana pagebluk.

Hanya saja memang, diingatkan Muharam, layanan pernikahannya harus diatur sedemikian rupa untuk tidak ada penyebaran virus corona dari manusia satu ke manusia lainnya yang lebih meluas.

Maka dari itu, ketika WFH atau masa bekerja dari rumah masih tetap berlangsung, akad nikah harus tetap dilaksanakan dan tidak bisa WFH. Makanya di atur pelaksanaan akad nikahnya.

Salah satu solusinya, nikah di KUA dengan memperhatikan pelaksanaan akad sesuai protokol kesehatan yang telah ditentukan. Untuk waktu pendaftaran, coba baca: Batas Waktu Pendaftaran Nikah di KUA.

Pelayanan Akad Nikah & Pendaftaran Nikah di Simkah Web KUA

Sementara, dilanjutkan Muharam, Dirjen Bimas Islam sudah mengeluarkan Surat Edaran No P-004/DJ.III/Hk.00.7/04/2020.

Surat tersebut tentang Pengendalian Pelaksanaan Pelayanan Nikah di Masa Darurat Bencana Wabah Penyakit Akibat Covid-19.

Isinya antara lain pemberlakuan protokol kesehatan yang ketat dalam pelaksanaan akad nikah di KUA Kecamatan.

Dalam beleidregel Dirjen Bimas Islam itu juga disebutkan bahwa masyarakat sudah boleh melakukan pendaftaran nikah melalui Simkah Web sejak 24 April 2020 hingga 29 Mei 2020.

Namun selama rentang waktu tersebut menurut Peraih gelar Ph.D dari Banares University, Uttar Pradesh, India ini, tidak ada pelaksanaan akad nikah.

Menjawab pertanyaan peserta apakah ada kemungkinan pendaftaran nikah secara daring kembali dibuka setelah tanggal 29 Mei 2020?

Muharam menjelaskan agar semua pihak untuk saat ini dapat menunggu surat edaran berikutnya guna tercapai keseragaman dalam pelaksanaan tugas.

Baca Juga: Rumah Tangga Harmonis, Mau? Ini Tipsnya

Itulah informasi tentang pelayanan akad nikah di KUA yang informasi yang berhasil penulis rangkum dari sumber https://kemenag.go.id/berita/read/513313.

Untuk informasi syarat nikah di KUA 2020 bisa dibaca di tautan di samping. Sekian yang bisa disampaikan, terimakasih, semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *