Panduan Menikah Saat Pandemi Covid19 di Kediri
Ilustrasi Panduan Menikah Saat Pandemi Covid19

Panduan Menikah Saat Pandemi Covid19 di Kediri

Diposting pada

Infokua.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri memiliki panduan menikah saat pandemi Covid19 masih berlangsung.

Panduan tersebut seperti yang tertuang dalam Surat Kesepakatan Bersama (SKB) untuk memutus rantai penyebaran wabah virus corona.

Diketahui, luas Kota Kediri 63,4 km, dibagi tiga kecamatan dengan total penduduk sekitar 287.528 jiwa (pada 2017).

Sementara, data Covid-19 per 28 Mei di Kota Kediri, terdapat 44 orang terkonfirmasi positif Covid di daerah setempat, 37 orang dirawat dan 7 sembuh. Dari jumlah orang dirawat, 31 isolasi gedung dan 6 isolasi rumah sakit.

Panduan Menikah Saat Pandemi Covid19

Panduan Menikah Saat Pandemi Covid19 di Kediri
Ilustrasi Panduan Menikah Saat Pandemi Covid19

Ada dua surat kesepakatan yang dihasilkan, pertama, surat kesepakatan yang ditandatangani pada Kamis (28/5/2020). Penerbitan panduan menikah tersebut menyepakati 4 syarat pengajuan pernikahan.

Jadi, Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar dalam surat kesepakatan bersama dengan Kemenag Kota Kediri menyepakati,

  1. Pertama, calon pengantin dan atau orang tua datang ke kelurahan untuk mengurus dokumen N1 sebagai kelengkapan syarat nikah di KUA.
  2. Kedua, membuat pernyataan kepada lurah, untuk tidak mengadakan resepsi pernikahan.
  3. Ketiga, dianjurkan pelayanan akad nikah di KUA.
  4. Keempat, dihadiri hanya 6 orang, 2 mempelai, wali nikah, 2 saksi dan petugas pembantu pencatat nikah dan kematian (P3NK).

Langkah ini ditempuh untuk memutus rantau penyebaran wabah virus corona.

Sementara, kesepakatan kedua dilakukan Jumat (29/5/2020). SKB terkait Pelaksanaan Pernikahan Dalam Masa Tanggap Darurat Pandemi Covid-19 bagi masyarakat non-muslim bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Kediri, Dispendukcapil Kota Kediri dan Bagian Kesra di Balaikota Kediri.

Jadi setelah surat kesepakatan yang sama bagi masyarakat muslim bersama Kantor Kemenag Kota Kediri, Kantor Urusan Agama (KUA), perwakilan camat, dan Bagian Kesra, pelaksanaan pernikahan bagi non muslim juga tetap sama menerapkan protokol kesehatan covid19.

Jadi, panduan pernikahan yang harus dijalankan adalah, terdiri dari physical distancing, menggunakan masker, dan mencuci tangan dengan sabun.

Sehingga, keinginan menikah tetap bisa berjalan dengan solusi yang diberikan dengan sesuai protokol kesehatan covid19.

Adapun panduan menikah saat covid19 ini terkait proses pengajuan kehendak nikah untuk masyarakat non muslim Kota Kediri dengan catatan :

  1. Membuat pernyataan kepada lurah setempat, untuk tidak mengadakan resepsi/syukuran pernikahan yang menghadirkan banyak orang.
  2. Upacara akad nikah dilaksanakan di tempat ibadah masing-masing dan mengikuti protokol kesehatan.
  3. Untuk pencatatan perkawinan di Dispendukcapil hanya mempelai berdua.

Itulah beberapa informasi yang bisa diketahui. Sekian yang bisa disampaikan, semoga bermanfaat. Terimakasih. Salam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *