Nasehat Untuk Suami Istri Yang Sering Bertengkar
Infokua.com - Nasehat Untuk Suami Istri Yang Sering Bertengkar

Nasehat Untuk Suami Istri Yang Sering Bertengkar

Diposting pada

Infokua.comNasehat untuk suami istri yang sering bertengkar ini penting untuk menyelesaikan suatu permasalahan.

Memang, seperti kita ketahui dalam hubungan pernikahan, tentu kita tidak bisa menghindari yang namanya masalah.

Namun memang cara sederhana adalah memahami kewajiban suami istri setelah menikah. Sehingga tau hak dan tanggung jawab dari masing-masing pasangan.

Tak sedikit dari masalah yang ada membuat suami istri sering bertengkar. Seperti apakah pandangan Islam mengenai suami istri yang sering bertengkar dalam rumah tangganya?

Nasehat Untuk Suami Istri Sering Bertengkar

Nasehat Untuk Suami Istri Yang Sering Bertengkar
Infokua.com – Nasehat Untuk Suami Istri Yang Sering Bertengkar

Pertengkaran memang sulit untuk dihindari, tetapi bukan berarti tidak bisa. Ketika pertengkaran sudah terlanjur terjadi, baiknya hindari kekerasan atau perlakuan fisik terhadap istri.

Meskipun dalam kasus ini, Allah SWT melalui Al Qur’an membolehkan jika suami memukul istrinya. Tetapi perlu ditekankan bahwa dibolehkannya memukul istri hanya pada istri yang membangkang.

Dasar hukum ini tertera pada surah An Nisa ayat 34, yang mana Allah SWT berfirman untuk menasihati istri istri jika dikhawatirkan ia tidak tunduk terhadap suaminya.

Nasehat tersebut diiringi dengan memisahkan mereka di tempat tidur, dan dengan cara memukul.

Lalu jika istri istri itu mentaati suami, maka tidaklah boleh seorang suami untuk mencari cari jalan untuk menyusahkan mereka.

Mengenai memukul istri ini, Rasulullah SAW memberikan batasan berupa:

  • Tidak boleh memukul daerah kepala
  • Tidak boleh hingga menyakitkan

Terdapat hadits Rasulullah SAW mengenai cara memukul istri oleh suami ini, yang artinya:

Atha bin Abi Rabah pernah bertanya kepada Ibnu Abbas,

“Saya pernah bertanya kepada Ibnu Abbas, ‘Apa maksud pukulan yang tidak menyakititkan?’ Beliau menjawab, “Pukulan dengan kayu siwak (sikat gigi) atau semacamnya.” (HR. At-Thabari dalam tafsirnya, 8/314).

Namun kemudian Rasulullah SAW bersabda:

“Orang yang hebat bukahlah orang yang sering menang dalam perkelahian. Namun orang hebat adalah orang yang bisa menahan emosi ketika marah.” (HR. Bukhari 6114 dan Muslim 2609).

Dari hadits di atas kita dapat pahami bahwa sehebat apapun pertengkaran, sebaiknya tidaklah terjadi dan perlu dihindari dengan menahan emosi.

Meskipun hal ini sulit dilakukan, sehingga perlu adanya nasehat untuk suami istri yang sering bertengkar agar mereka tersadar bahwa rumah tangga harusnya dijalankan dengan penuh kasih sayang, bukan pertengkaran.

Mendiamkan Istri dan Pergi dari Rumah saat Bertengkar

Pada sebuah hadits Rasulullah SAW dijelaskan bahwa ketika seorang istri bersalah, sebelum suami memukulnya dengan tujuan baik, suami harus lebih dulu mengingatkannya dengan cara lain. Seperti mendiamkannya.

Dalam Al Qur’an surah An Nisa ayat 34 Allah berfirman, yang artinya:

“Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka.

Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar” (QS. An Nisa’: 34).

Menurut hemat penulis, jadi ada tiga tahapan yang bisa dilakukan seorang suami ketika ingin mengingatkan istri untuk hal kebaikan. Yakni, menasihatinya, mendiamkannya, dan barulah memukulnya sebagai pilihan terakhir.

Sementara mengenai suami yang pergi atau meninggalkan rumah ketika adanya pertengkaran, dalam Islam dibolehkan.

Tetapi alangkah baiknya jika hal ini tidak terjadi, kecuali memang masalah pertengkaran yang ada tidak dapat lagi didiskusikan dan diselesaikan dengan baik dan kepala dingin oleh keduanya.

Dasar hukum ini berasal dari kisah Rasulullah SAW yang pergi meninggalkan istri istrinya selama satu bulan di luar rumah karena ada perbuatan mereka yang membuat Rasulullah marah.

Hindari 3 Hal ini Saat Suami Istri Bertengkar

Allah tidaklah menyukai pernikahan yang di dalamnya selalu ada pertengkaran antara suami dan istri. Sehingga baiknya kita mencari solusi jika memang rumah tangga sering bertengkar.

Bahkan kalau bisa dalam pertengkaran hindari yang namanya perceraian. Untuk itu penting memahami hukum perceraian dalam Islam.

Berikut ini adalah hal hal yang perlu dihindari ketika terjadi pertengkaran.

  1. Jauhi KDRT

KDRT atau kekerasan dalam rumah tangga kerap terjadi di masyarakat kita saat ini.

Seperti yang telah dijelaskan di atas, suami boleh memukul istrinya tetapi hanya untuk sebagai cara mengingatkannya dalam kebaikan. Selain dari itu tidak boleh.

Ketika memang seorang suami harus memukul istrinya, Islam juga telah menjelaskan caranya sebagaimana yang telah dipaparkan di atas, yakni: tidak boleh memukul daerah kepala dan tidak boleh hingga menyakitkan istri.

  1. Hindari Caci Maki

Ketika marah orang kerap tidak sadar dengan apa yang diucapkannya, padahal apa yang terlontar dari mulutnya adalah caci makian.

Sementara tidaklah ada orang yang bersedia dicaci maki, termasuk istri ketika suami marah, atau sebaliknya.

Saat pertengkaran terjadi pada hubungan suami istri, hindarilah mencaci maki pasangan, apalagi di tempat umum yang banyak orang lain melihat.

Sebagaimana Allah berfirman dalam QS an Nisa ayat 148 yang mengatakan bahwa Allah tidak menyukai caci makian, yang diucapkan dengan terang terangan kecuali oleh orang yang dianiaya.

  1. Jaga Rahasia Keluarga

Alangkah baiknya dan memang sudah seharusnya untuk menjaga rahasia permasalahan yang ada dalam keluarga, jangan sampai orang lain mengetahuinya.

Karena jika masalah ini diumbar hingga banyak orang mengetahui, akan lebih sulit untuk diselesaikan. Bukannya menjadi solusi untuk suami istri bertengkar, tapi bisa saja malah menambah masalah.

Berbaikan dengan Suami Setelah Bertengkar

Jika pertengkaran tidak dapat dihindari, setelahnya berbaikanlah dengan pasangan. Cara yang bisa dilakukan adalah sebagai beriku:

  1. Meminta Maaf

Siapapun yang salah, baik suami atau istri baiknya mintalah maaf. Akui kesalahan yang memang diperbuat. Baiknya hindari mengkritik pasangan, lebih baik meminta maaf saja.

Dan intropeksi diri supaya tidak ada lagi pertengkaran yang terjadi.

  1. Redam Egois

Menahan emosi memang sulit, termasuk juga mengalah atau berusaha untuk tidak egois. Tetapi inilah salah satu cara yang bisa diterapkan untuk kembali berdamai atau berbaikan dengan pasangan setelah bertengkar.

Mengalah demi pasangan lebih baik untuk kembali menciptakan suasana nyaman dan tentram dalam rumah tangga. Dibanding terus bersikeras dengan ego yang memuncak.

  1. Puji Pasangan

Tumbuhkan kembali keromantisan yang sebelumnya ada dengan memuji pasangan, supaya pasangan luluh dan kembali bahagia dengan kita.

Jangan malu atau gengsi untuk memuji pasangan, dan melakukan kontak fisik dengannya. Berilah pelukan, senyuman, dan puji dia agar tidak lagi tersulut emosi.

Cobalah empat hal di atas untuk bisa berbaikan lagi dengan pasangan setelah bertengkar.

Tetapi baiknya hindari suami istri sering bertengkar agar rumah menjadi tempat paling nyaman dan bahagian untuk masing masing. Semoga bermanfaat!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *