Menikah di Bulan Syawal
Menikah di Bulan Syawal

Menikah di Bulan Syawal Baik atau Tidak? Ini Jawabannya

Diposting pada

Infokua.com – Ada yang bertanya Menikah di Bulan Syawal, baik atau tidak? Apakah bulan syawal bulan baik untuk menikah 2019 ini, bahkan di 2020 mendatang dan tahun tahun lain baik sebelum maupun sesudahnya?

Kalau dulu juga penulis pernah dengar dari orang tua sepuh yang menyatakan bulan baik untuk menikah dan tanggal baik untuk menikah di bulan syawal? Pembicaraan ini terkait menikah di bulan syawal menurut Jawa?

Tapi apakah itu relevan dalam penjelasan agama Islam. Apakah malah justru ada larangan menikah di bulan syawal? Apa justru penjelasannya sama dengan menikah di bulan safar?

Untuk itu, penulis Info KUA tertarik untuk membahas akan hal ini? Jadi anda dan pasangan atau kedua keluarga yang akan berbesanan mendapatkan tanggal baik pernikahan menurut Islam?

Boleh Tidaknya Menikah di Bulan Syawal?

Menikah di Bulan Syawal
Menikah di Bulan Syawal

Banyak yang mengatakan, syawal merupakan bulan baik yang ingin melakukan pernikahan. Maka, tak sedikit, memasuki bulan syawal, ada banyak yang menganjurkan umat Muslim untuk melakukan pernikahan.

Terlebih motivasi menikah adalah ingin menyempurnakan setengah dari agamanya dan lebih dekat pada Allah serta menjalankan fitrah sebagai umat manusia dan menjadi salah satu contoh ajaran Rasulullah, Nabi Muhammad SAW.

Lalu apakah benar, menikah di bulan syawah baik dilakukan atau tidak baik untuk dilakukan? Jadi dalam khazanah pengetahuan Islam, nikah di bulan syawal merupakan sunnah!

Apa alasan nikah di bulan syawal sunah? Rasulullah SAW ketika melangsunkan pernikahnnya dilakukan di bulan syawal. Maka itu, pernikahan disunahkan dilakukan usai Ramadan.

Seperti yang telah diriwayatkan di dalam Hadist Riwayat (HR) Muslim, Aisyah RA, dijelaskan:

“Rasulullah SAW menikahiku di bulan Syawal, dan membangun rumah tangga denganku pada bulan Syawal pula. Maka isteri-isteri Rasulullah SAW yang manakah yang lebih beruntung di sisinya dariku?”

(Perawi) berkata, “Aisyah RA dahulu suka menikahkan para wanita di bulan Syawal.”

Selanjutnya, penjelasan yang disampaikan Ibnu Katsir di dalam kitab Bidayah wan Nihayah, bahwasannya, pernikahan Rasulullah SAW saat Syawal dimaksudkan sebagai bantahan terhadap keyakinan yang salah.

Saat itu, sebagian masyarakat Arab tidak suka menikah di dua Id (Syawal dan Zulhijah) karena khawatir akan terjadi perceraian.

Maka atas dasar itu, Misi Rasulullah ialah menghapus keyakinan yang salah masyarakat Arab Jahiliyah. Untuk itu, dianjurkan pernikahan di bulan syawal.

Ini menjadi bentuk ibadah yang telah dijalankan oleh Nabi Muhammad SAW, dan ini adalah sunnahnya.

Nikah di Bulan Syawal itu Sunnah

Jadi, seperti yang telah dijelaskan di atas bahwasannya pernikahan di bulan Syawal adalah sunah! Ini jelas menjadi contoh yang dilakukan Rasulullah yang juga melaksankan pernikahannya dengan Aisyah radiallahu ‘anha ketika dinikahi Rasulullah dibulan syawal.

Hal tersebut pun seperti yang telah tertulis dalam HR. Muslim yang sudah dijelaskan di atas, yakni, tentang ‘Aisyah radiallahu ‘anha saat menceritakan pernikahannya dengan Rasulullah SAW:

تَزَوَّجَنِي رَسُولُ اللهِ فِي شَوَّالٍ، وَبَنَى بِي فِي شَوَّالٍ، فَأَيُّ نِسَاءِ رَسُولِ اللهِ كَانَ أَحْظَى عِنْدَهُ مِنِّي؟، قَالَ: ((وَكَانَتْ عَائِشَةُ تَسْتَحِبُّ أَنْ تُدْخِلَ نِسَاءَهَا فِي شَوَّالٍ))

“Rasulullah SAW menikahiku dibulan Syawal, dan membangun rumahtangga denganku di bulan syawal (pula). Maka istri-istri Rasulullah Shalallahu ‘alaihi Wassalam yang manakah yang lebih beruntung di sisinya dariku?”

(Perawi) berkata, “Aisyah Radiyallahu ‘anhaa dahulu suka menikahkan para wanita di bulan Syawal” (HR. Muslim).

Dan seperti yang kita ketahui, bahwasannya pernikahan adalah bentuk ibadah hamba dengan Tuhannya. Seperti sabda Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam:

“Ketika seorang hamba menikah, berarti dia telah menyempurnakan setengah agamanya. Maka bertaqwalah kepada Allah pada setengah sisanya”

Menikah juga adalah solusi menjaga diri dan menundukkan pandangan. Ini jelas tercantum dalam HR. Bukhari dan Muslim:

“Wahai para pemuda, barangsiapa yang memiliki baa-ah, maka menikahlah. Karena itu lebih akan menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan. Barangsiapa yang belum mampu, maka berpuasalah karena puasa itu bagai obat pengekang baginya.”

Kisah Pernikahan Rasulullah SAW di Bulan Syawal

Mengulas kisah, pernikahan Rasulullah SAW dan Aisyah yang dilakukan dibulan syawal. Seperti yang tercantum dalam kitab Albidayah wan Nihayah.

Dijelaskan Ibnu Katsir, bahwasannya Rasulullah SAW menikahi Aisyah di bulan Syawal adalah untuk membantah keyakinan yang salah sebagian masyarakat yaitu tidak suka menikah di antara dua Id, yakni di antara Idulfitri dan Iduladha.

Sebab, sebagian masyarakat tersebut khawatir pernikahannya terjadi perceraian. Ada pula yang beranggapan dengan seekor unta.

Bahwasannya, dianggapnya unta betina mengangkat ekornya (syaalat bidzanabiha) di bulan Syawal menandakan unta betina tak mau dan enggan menikah. Ini juga disebut sebagai unta jantan tak boleh mendekat.

Maka, di bulan ini dahulu banyak yang tidak ingin dinikahkan, bahwa menolak dinikahkan, begitu juga para wali nikah.

Kesimpulan Nikah di Bulan Syawal

Demikian, kenapa diperbolehkan dan bahkan disunahkan menikah di bulan syawal. Ini adalah momentum kala itu, waktu disunahkannya menikah ketika syawal adalah untuk menghilangkan keperceayaan orang orang Arab Jahiliyah.

Terutama mereka yang telah menganggap pernikahan di bulan syawal adalah kesialan yang dapat memicu perceraian sehingga enggan menikahkan anak anak mereka, dan para gadis enggan untuk dinikahkan.

Untuk itu, harapannya dengan menjalankan sunnah Rasulullah SAW ini, hilanglah kepercayaan yang menyimpang akan mitos nikah di bulan syawal.

Keyakinan keyakinan yang salah yang menimbuylkan kesyirikan dapat hilang. Dan pernikahan di bulan Syawal ini tetap menjadi ibadah yang baik.

Baca Juga: Jodoh Dalam Islam, Kenali Tanda Tanda dan Penghalangnya

Demikain tentang menikah di bulan syawal baik atau tidak yang bisa dijelaskan. Beberapa hal tentang pernikahan lainnya yang perlu kita pahami adalah sebagai berikut:

  1. Hukum Nikah: Pengertian Dasar & Macam Macam Pembagian
  2. Syarat Wali Nikah: Ini Skema, Tugas & Gugurnya Hak

  3. Syarat Nikah Dalam Islam dan KUA, Ini Rukun Sahnya

Silakan dipelajari lebih lanjut. Sekian tentang menikah di bulan Syawal baik atau tidak. Semoga informasi ini dapat bermanfaat dan dapat mensiarkan kebaikan. Sekian. Terimakasih. Salam.

One thought on “Menikah di Bulan Syawal Baik atau Tidak? Ini Jawabannya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *