Macam Macam Talak
Ilustrasi Infokua.com - Macam Macam Talak | Sumber Gambar Pixabay.com

Macam Macam Talak, Ini Pengertian & Ketentuannya

Diposting pada

Infokua.comMacam-Macam Talak adapun berikut ini adalah pengertian dan ketentuannya. Baik dalam bahasa arab maupun secara umum menurut istilah hukum Islam.

Pengertian talak serta macam macam talak dan ketentuannya ini berupaya menjawab banyak pertanyaaan yang datang kepada penulis. Yakni, di antaranya dari:

  1. macam macam talak bain
  2. macam macam talak dan cara rujuk
  3. macam macam talak
  4. jelaskan macam macam talak ditinjau dari cara menjatuhkan
  5. macam macam talak dan masa iddah

Serta masih ada banyak penjelasan lainnya yang bisa kita juga kita ketahui. Namun sebelum masuk kepada macam macam talak, kita bisa mulai dari pengertian.

Pengertian Talak menurut bahasa arab memiliki makna yaitu melepaskan ikatan. Sementara, pengertian Talak menurut istilah hukum Islam memiliki arti sebagai berikut:

  1. Menghilangkan ikatan perkawinan atau mengurangi keterikatannya dengan ungkapan atau ucapan tertentu,
  2. Melepaskan ikatan pernikahan dan mengakhiri sebuah hubungan suami istri antara kedua belah pihak, dan
  3. Melepaskan ikatan akad pernikahan dengan ucapan talak atau yang sepadan dengan itu.

Selain itu, pengertian talak dalam hukum Islam sebenarnya sudah sangat jelas dan telah diatur pada Bab XVI pasal 117 yaitu:

“Talak adalah ikrar suami dihadapan sidang Pengadilan Agama yang yang menjadinsalah satu sebab putusnya perkawinan”.

Macam Macam Talak dan Ketentuannya

Macam Macam Talak
Ilustrasi Infokua.com – Macam Macam Talak | Sumber Gambar Pixabay.com

Talak memiliki bebrapa macam menurut seginya masing-masing. Jadi ada beberapa ketentuan yang bisa kita pahami.

Masing masing memiliki pengertian yang bisa kita juga jelaskan di kemudian hari kepada para penanya tentang macam macam takak dalam hukum Islam.

Adapun yang bisa kita ketahui adalah sebagai berikut:

1. Macam-macam talak ditinjau dari segi waktu dijatuhkannya:

Talak sunny atau talak yang dijatuhkan oleh sang suami pada istri sesuai dengan syariat atau tuntunan sunah. Talak sunny ini harus memenuhi empat syarat, seperti:

  • Istri sudah pernah digauli.
  • Istri melakukan iddah suci segera setelah ditalak (suci setelah haid).
  • Jatuhnya talak pada saat istri suci dari hadi
  • Selama masa suci sang istri, ketika suami menjatuhkan talak tersebut, suami tidak pernah menggauli istri.

Selanjutnya adalah Talak bid’iy. Pengertian Talak bid’iy yaitu talak yang dijatuhkan suami kepada istri yang tidak sesuai aturan atau tuntunan sunnah. Syarat Talak Bid’id adalah sebagai berikut:

  • Suami menjatuhkan talak pada istri yang pernah digauli diawal haid, tengah haid, atau sedang nifas.
  • Suami menjatuhkan talak pada istri yang sedang mengalami kondisi hamil dari zina.
  • Suami menjatuhkan talak pada istri di akhir masa suci kemudian datangg haid sebelum berakhir ucapan talaknya.
  • Suami menjatuhkan talak pada istri dimasa suci tetapi telah digauli.

Terakhir adalah Talak la sunny wa la bid’iy. Talak Ia sunny wa la bid’iy atau talak yang dijatuhkan suami pada istri yang tidak termasuk kategori talak sunny atau talak bid’iy, seperti:

  • Suami menjatuhkan talak terhadap istri yang belum pernah digauli.
  • Suami menjatuhkan talak pada istri yang telah pernah digauli namun belum pernah berhaid.
  • Suami menjatuhkan talak pada istri yang sedang hamil dalam nikah yang sah.
  • Suami menjatuhkan talak pada istri karena suami meminta tebusan ketika istri sedang hamil.

2. Macam-macam talak ditinjau dari segi cara menjatuhkan talaknya:

Ada empat macam talak yang ditinjauh dari segi bagaimana cara menjatuhkan talak. Di antaranya macam macam talak tersebut adalah:

  • a) Suami menjatuhkan talak dengan ucapan atau perkataan.
  • b) Suami menjatuhkan talak dengan cara tertulis melalui tulisan, seperti surat.
  • c) Suami menjatuhkan talak dengan cara isyarat yang membuat suami tidak bisa berbicara dan menulisnya.
  • d) Suami menjatuhkan talak dengan cara perwakilan orang lain.

3. Macam-macam talak ditinjau dari segi jelas atau tidaknya

Selanjutnya ada beberapa macam jenis talak yang ditinjau dari segi jelas atau tidaknya talak tersebut, di antaranya adalah:

  • a) Talak sharih, yaitu talak yang diberikan suami kepada istrinya dengan kata-kata yang jelas dan tegas untuk menyatakan cerai, misalkan seperti ucapan “Sekarang, engkau saya jatuhkan talak”.
  • b) Talak kinayah, yaitu talak yang diberikan suami pada istrinya bersifat seperti kata-kata sindiran, misalkan “Engkau sekarang terlarang untukku”.

4. Macam-macam talak ditinjau dari segi susunan kata (sighat) yang digunakan dalam talak

Selanjutnya ada dua macam jenis talak yang ditinjau dari segi susunan kata atau yang disebut dengan sighat yang digunakan dalam talak, di antaranya yaitu:

  • a) Talak tajiz atau talak langsung, yaitu talak yang menggunakan susunan kata yang berlangsung.
  • b) Talak ta’liq atau talak bergantung, yaitu talak yang berlakunya oleh suami digantungkan kepada sesuatu syara atau waktu.

5. Talak ditinjau dari segi kemungkinan suami merujuk kembali istrinya atau tidak

Selanjutnya dari segi kemungkinan suami merujuk kembali istrinya atau tidak ada beberapa macam yang bisa kita ketahui, di antaranya adalah:

  • a) Talak raj’i yaitu talak yang masih memberi hak atau kesempatan pada suami untuk merujuk bekas istrinya dalam masa iddah istri.
  • b) Talak ba’in yaitu talak apabila seorang suami ingin kembali rujuk kepada istrinya, maka harus ada akad nikah baru lengkap dengan disertai saksi dan mahar. Terdapat dua macam talak ba’in, anatar lain:
    • 1) Talak ba’in shughra, talak yang tidak memberi kesepatan pada suami untuk merujuk kembali istrinya walaupun suami belum menjatuhkan talak sampai talak talak ketiga. Hal tersebut terjadi, mungkin karena salah satu dari suami istri tersebut telah melakukan pernikahan kembali dengan pernikahan baru dalam keadaan talak tersisa yang belum dijatuhkan.
    • 2) Talak ba’in kubra, yaitu talak yang tidak memberi kesempatan pada suami untuk merujuk kembali si istri karena sudah talak ketiga. Hal ini membuat mantan suami tidak halal untuk melakukan pernikahan kembali pada mantan istrinya, kecuali mantan istri telah melakukan pernikahan dan melakukan hubungan suami istri dengan suami barunya, lalu mantan istri tersebut diceraikan dan selesai masa iddah nya dari pria lain, maka sang mantan suami pertama dapat menikahi kembali mantan istrinya.

6. Macam-macam talak ditinjau dari segi kondisi suami yang menjatuhkan talak

Selanjutnya jika dilihat dan ditinjau dari segi kondisi suami yang menjatuhkan talak ada beberapa macam jenis talak yang bisa kita ketahui, yaitu:

a) Thalaqul mukhrah,

Thalaqul Mukhrah atau Talak Mukhrah adalah suami yang menjatuhkan talak pada istrinya karena dipaksa atau terpaksa.

b) Thalaqul sakran

Thalaqul sakran atau talak sakran adalah talak suami yang dalam kondisi sedang mabuk atau tidak sadarkan diri.

Munurut fuqaha, talak seperti ini merupakan talak yang sah, tetapi menurut para ulama, talak yang dijatuhkan seorang suami yang sedang mabuk dianggap tidak sah.

Hal ini dikarenakan orang yang mabung tidak bisa berpikir jernih dan tidak sadar dengan apa yang telah diucapkan.

c) Thalaqul ghadlban

Thalaqul ghadlban adalah talak yang dijatuhkan suami saat keadaan marah atau dipenuhi emosi.

Hal ini dianggap sah apabila suami memahami apa yang ia ucapkan, tetapi tidak akan sah talaknya apapbila suami tidak merasa dengan apa yang diucapkannya.

d) Thalaqul hazil

Thalaqul hazil adalah talaknya suami yang hanya bermain-main dengan talaknya.

e) Thalaqul mukhti

Thalaqul mukhti yaitu talak yang dijatuhkan suami akibat kekeliruan atau keterlanjuran ucapannya.

Menurut fuqaha Hanafiyah talak seperti ini dianggap sah berdasarkan peradilan, tetapi menurut agama talak ini tidak jatu atau tidak sah.

f) Thalaqul saahi

Pengertian Thalaqul saahi adalah talak yang dijatuhkan suami dalam keadaan lupa atau tidak menyadarinya.

g) Thalaqul madhusy

Thalaqul madhusy yaitu talak yang dijatuhkan suami dalam keadaan bingung, ragu, atau bimbang. Hal ini mungkin terjadi apabila suami dalam keadaan kondisi sakit.

h) Thalaqul na’im

Thalaqul na’im yaitu talak yang dijatuhkan suami dalam keadaan tidur. Talak ini dianggap tidak sah atau tidak jatuh, karena tidur merupakan kondisi tidak sadar dan tidak dapat berpikir dengan jernih yang dialami makhluk hidup.

i) Thalaqul majnun

Thalaqul majnun yaitu talak yang dijatuhkan suami yang mengalami kondisi gangguan sakit jiwa atau gila.

Seperti talak na’im, talak ini tidak sah atau tidak jatuh, karena seseorang yang mengalami kondisi gangguan sakit jiwa atau gila tidak sadar dan tidak dapat berpikir dengan jernih terhadap apa yang diucapkannya.

j) Thalaqul maridz

Thalaqul maridz yaitu talak yang dijatuhkan suami dalam kondisi sedang sakit keras atau sedang mendekati ajal dalam keadaan yang sepenuhnya sadar dengan maksud untuk mengahalngi istrinya mendapatkan warisannya.

Menurut Islam, apabila istri belum pernah digauli oleh suami, maka istri tersebut berhak mendapat separuh mahar dan berhak menajdi ahli waris.

Sedangkan apabila istri tersebut telah digauli suami, maka istri tersebut berhak mendapatkan seluruh harta suami dna menjadi ahli waris sahnya.

Macam-macam iddah

Didalam talak terdapat masa iddah istri, masa iddah menurut syara’ adalah masa menunggu yang ditetapkan syariat Islam bagi wanita yang telah dijatuhkan talak oleh suaminya ataupun perceraian akibat suaminya meninggal dunia.

Masa iddah hanya didapatkan oleh wanita yang telah digauli oleh suaminya, sedangkan wanita yang belum pernah digauli suaminya maka tidak ada ada iddah baginya.

Seorang wanita yang sedang dalam masa iddah disebut Mu’taadah.

Iddah secara umum di dibagi menjadi dua macam yaitu Mutawaffa ‘anha yaitu wanita yang ditinggal mati oleh suaminya dan Ghair Mutawaffa ‘anha adalah wanita yang diceraikan bukan karena ditinggal mati oleh suaminya.

Macam macam Iddah dibagi menjadi lima macam, di antaranya adalah:

1. Istri yang ditinggal meninggal dunia oleh suaminya dan dalam keadaan tidak hamil.

Dalam hal ini, maka masa iddahnya yaitu empat bulan sepuluh hari (4 bulan 10 hari).  Ketentuan ini berlaku baik bagi istri yang pernah dicampuri atau tidak dalam keadaan belum haid, sedang haid, maupun setelah haid.

Allah Swt berfirman:

وَالَّذِينَيُتَوَفَّوْنَمِنْكُمْوَيَذَرُونَأَزْوَاجًايَتَرَبَّصْنَبِأَنْفُسِهِنَّأَرْبَعَةَأَشْهُرٍوَعَشْرًا

Artinya: ” Dan orang orang yang meninggal dunia diantara kamu serta meninggalkan istri-istri hendaklah mereka (istri-istri) menunggu empat bulan sepuluh hari…” (QS Al-Baqarah : 234)

2. Istri yang ditinggal mennggal dunia oleh suaminya dalam keadaan sedang hamil.

Dalam hal ini, maka masa iddahnya adalah sampai melahirkan, walau waktu atau masa hamilnya kurang dari empat bulan sepuluh hari.

3. Istri diatalak suaminya dan tidak dalam keadaan masa haid.

Dalam hal ini, maka masa iddahnya adalah tiga kali suci.

Allah swt berfirman:

وَالْمُطَلَّقَاتُيَتَرَبَّصْنَبِأَنْفُسِهِنَّثَلَاثَةَقُرُوءٍ

Artinya: “Dan para istri yang diceraikan (wajib) menahan diri mereka (menunggu) tiga kali quru’.” (QS Al-Baqarah :228)

4. Istri yang ditalak suaminya dan dia dalam keadaan hamil.

Dalam hal ini, maka masa iddahnya sampai melahirkan.

Allah Swt berfirman:

وَأُولَاتُالْأَحْمَالِأَجَلُهُنَّأَنْيَضَعْنَحَمْلَهُنَّ

Artinya: ”Dan perempuan-perempuan yang hamil, waktu iddah mereka itu ialah sampai mereka melahirkan kandungannya.” (QS At-Talaq : 4)

5. Istri yang ditalak suaminya padahal dia belum pernah mengalami haid atau dalam keadaan sudah tidak haid lagi (menopause).

Dalam hal ini, maka masa iddahnya adalah tiga bulan.

Allah Swt berfirman:

وَاللَّائِييَئِسْنَمِنَالْمَحِيضِمِنْنِسَائِكُمْإِنِارْتَبْتُمْفَعِدَّتُهُنَّثَلَاثَةُأَشْهُرٍوَاللَّائِيلَمْيَحِضْنَ

Artinya: “Perempuan-perempuan yang tidak haid lagi (menopause) diantara istri-istrimu jika kamu ragu-ragu (tentang masa iddahnya) maka iddahnya adalah tiga bulan, dan begitu pula perempuan-perempuan yang tidak haid.” (QS At-Talaq :4)

Macam Macam Rujuk dan Ketentuannya

Bila seorang suami telah menjatuhkan talak pada istrinya, maka suami dapat meminta rujuk kembali dengan ketentuan-ketentuan yang berlaku sesuai syariat Islam. Macam-macam rujuk dan ketentuannya, yaitu:

  1. Rujuk untuk talak 1 dan 2 (Talak raj’iy), yaitu rujuk yang dilakukan oleh suami yang telah menjatuhkan talak 1 (satu).
    • Suami istri ini dapat rujuk kembali dengan syarat-syarat atau cara rujuk talak 1 dan 2 yang sesuai dengan syariat Islam, seperti dengan ucapan atau perbuatan.
  2. Rujuk untuk talak 3 (Talak ba’in). Hukum rujuk talak ba’in yaitu sama dengan melakukan pernikahan baru, seperti adanya mahar, wali dan persetujuan.
    • Menurut jumhur berpendapat bahwa untuk pernikahan ini tidak berlaku masa iddahnya.
  3. Talak tebus (ba’in sugra), yaitu talak dimana suami tidak dapat meminta kembali sang wanita untuk rujuk kepadanya.
    • Tetapi suami dapat menikah kembali dengan sang wanita, setelah wanita dalam masa iddah atau atau selesai dengan masa iddahnya sendiri.

Cara Sah Rujuk Suami Istri Dalam Keadaan Talak 1 dan 2

cara rujuk talak 1
Ilustrasi : cara rujuk talak 1

Dibawah ini merupakan cara sahnya rujuk sepasang suami istri dalam keadaan talak 1 dan 2, yaitu:

  1. Rujuk hanya dapat dilakukan jika suami hanya menalak 1 atau 2 sang istri saja. Baik talak langsung dari suami atau dari hakim.
    • Tetapi, apabila suami telah melakukan talak ke 3 kepada istri, maka rujuk tidak dapat dilakukan kembali.
  2. Rujuk dapat terjadi dalam keadaan suami telah menggauli istri, apabila istri belum pernah digauli oleh suami, maka tidak ada rujuk. Demikian menurut kesepakatan agama.
  3. Rujuk dapat dilakukan selama masa ‘iddah. Apabila telah melewati masa ‘iddah menurut kesepakatan ulama fikih, maka tidak ada rujuk.
    • Tidak disyaratkan keridhaan wanita dalam rujuk.
    • Bila masih dalam masa ‘iddah tetapi belum ada kata rujuk, maka sang wanita bebas memilih yang lain.
    • Bila wanita tersebut ingin menerima kembali mantan suaminya, maka diwajibkan melakukan akad nikah baru.

Cara untuk rujuk dapat dilakukan dengan cara menyampaikan niat sang suami terhadap istrinya melalui ucapan dan perbuatan.

Rujuk yang dilakukan dengan ucapan disahkan secara ijma’ oleh para ulama dan dilakukan dengan lafazh (ucapan) yang jelas.

Contoh kalimatnya seperti “Saya rujuk kembali kepadamu” atau dengan kinayah (sindiran), yaitu “ sekarang, engkau sudah seperti dulu”.

Kedua ucapan tersebut bila diniatkan untuk rujuk, maka akan sah. Tetapi, apabila tidak ada niat yang mengawali dalam ucapan tersebut untuk kembali rujuk, maka tidak akan sah.

Lalu, rujuk dengan perbuatan, yang dimaksudkan disini yaitu menurut para pendapat ulama yaitu dengan melakukan hubungan suami istri atau muqqadimahnya, seperti mencium pasangannya.

Pendapat ini madzhab Malikiyah ini dikuatkan oleh Syaikhul-Islam Ibnu Taimiyyahrahimahullâh dan Syaikh as-Sa’dirahimahullâh.

Apabila disertai dengan saksi, maka itu lebih baik, apalagi jika perceraiannya dilakukan di hadapan orang lain, atau sudah diketahui khalayak ramai.

Baca Juga: Pacaran Dalam Islam, Ini Syarat dan Hukumnya

Sebenarnya masih ada banyak pembahasan yang bisa dibahas tentang macam macam talak ini. Kita bisa menjadikan pembelajaran dan pemahaman dalam hubungan rumah tangga.

Setidaknya artikel ini dapat sedikit menambah pengetahuan kita. Untuk itu, penulis ucapkan terimakasih telah singgah ke artikel Infokua.com ini.

Sekian yang bisa disampaikan, semoga informasi ini dapat bermanfaat. Terimakasih. Salam.

5 thoughts on “Macam Macam Talak, Ini Pengertian & Ketentuannya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *