Layanan Akad Nikah
Surat Imbauan Layanan Akad Nikah (Info dari Setkab.go.id)

Layanan Akad Nikah Kembali Dibuka Saat Wabah Corona, Tapi

Diposting pada

Infokua.com – Sampai artikel ini diterbitkan wabah corona atau covid-19 masih terjadi di Indonesia. Kantor Urusan Agama (KUA) sempat terhenti layanan akad nikah.

Namun saat ini layanan akad nikah di KUA kembali dibuka bagi pasangan pengantin yang telah mendaftar sampai 23 April 2020 lalu.

Informasi ini Infokua.com akses dari Setkab.go.id yang tayang pada 25 April 2020.

Dalam berita yang tertulis, Direktorat Jenderal (Dirjen) Pembinaan Masyarakat (Bimas) Islam, Kamaruddin Amin, sebagaimana tautan SE Dirjen Bimas Islam No.P-004 menjelaskan pelaksanaan akad nikah kembali bisa diselenggarakan di KUA Kecamatan.

“Untuk saat ini layanan akad nikah ini hanya diizinkan bagi para calon pengantin yang telah mendafar akad nikah sampai 23 April 2020,” terang Kamaruddin Amin.

Layanan Akad Nikah Kapan Kembali Dibuka?

Layanan Akad Nikah
Surat Imbauan Layanan Akad Nikah (Info dari Setkab.go.id)

Kapan KUA buka lagi layanan akad nikah? Info buka lagi pelayanan akad nikah untuk saat ini adalah pengajuan permohonan akad nikah sampai 23 April 2020.

Lalu yang mengajukan permohonan akad nikah setelah 23 April 2020 kapan? Dijelaskan Kamaruddin baru bisa dilakukan setelah 29 Mei 2020.

Jadi permohonan yang masuk untuk melakukan akad nikah yang didaftarkan setelah 23 April 2020 tidak dapat dilaksanakan pelaksanaan akad nikahnya sampai saat ini hingga 29 Mei 2020 mendatang.

Sementara pasangan pengantin yang telah melakukan pendaftaran akad nikah sampai 23 April 2020 ini, berdasarkan data dari Sistem Informasi Manajemen Nikah (Simkah) Ditjen Bimas Islam Kemenag ada 54.569.

Bahkan sebagian dari data tersebut telah melangsungkan akad nikah di KUA sejak 22 dan 23 April 2020 lalu.

Akad Nikah Harus Ikuti Protokol Kesehatan

Jika ingin melakukan akad nikah, meski pendaftaran sampai 23 April 2020 bisa dilakukan, tapi prosesi layanan akad nikah yang berlangsung pun harus tetap mengikuti protokol kesehatan.

Langkah ini untuk melakukan pencegahan Covid-19 atau virus corona dan memberi keamanan dan kenyamanan saat akad berlangsung.

Jika protokol kesehatan tak dapat dipenuhi, maka KUA Kecamatan wajib menolak pelayanan akad nikah tersebut. Tentunya ini demi keamanan bersama sesuai protokol kesehatan yang telah ditetapkan.

Tak hanya itu saja, KUA Kecamatan pun diminta untuk melakukan koordinasi dan kerja sama dengan pihak terkait.

Termasuk aparat keamanan untuk melakukan pengendalian pelaksanaan pelayanan akad nikah yang akan berlangsung.

Selain itu, dalam menghindari kerumunan di KUA Kecamatan, pelaksanaan akad nikah di Kantor KUA pun dibatasi untuk yang bisa menghadiri.

Sebanyak-banyaknya hanya bisa melaksanakan 8 pasang calon yang akad nikah dalam satu hari. Jika lebih, KUA Kecamatan pun dapat menangguhkan pelaksanaan akad nikah tersebut dengan menggantinya di hari yang lain.

Kepala KUA dapat mempertimbangkan permohonan pelaksanaan akad nikah di luar ketentuan dalam Surat Edaran jika ada suatu alasan atau keadaan yang sangat mendesak.

Sehingga calon pengantin tak dapat melaksanakan akad nikah di KUA.

Itulah yang terjadi pada pendaftaran calon pengantin setelah 23 April 2020. Namun jika ada alasan mendesak yang mengharuskan pernikahan atau akad nikah diselenggarakan juga dapat dipertimbangkan Kepala KUA.

Jadi, Kepala KUA bisa mempertimbangkan permohonan pelaksanaan akad nikah yang masuk saat kuota layanan 8 pasangan calon pengantin per hari telah terpenuhi. Karena ada alasan mendesak maka bisa diterima.

Akan tetapi, permohonan pengajuan harus disampaikan secara tertulis dan ditandatangani di atas materai salah satu calon pengantin dengan penyertaan alasan yang kuat untuk dipertimbangkan.

Apakah Akad Nikah Bisa Dilakukan Online atau Daring atau lewat Video Call

Saat ini memang seluruh daerah di Indonesia terdampak karena adanya wabah virus corona. Layanan akad pun dibatasi waktunya. Bahkan jumlah per hari pernikahan di KUA Kecamatan dibatasi seperti penjelasan di atas.

Ada beberapa pertanyaan, apakah layanan akad nikah harus di KUA, atau apakahbisa dilakukan daring, online berjejaring atau lewat video call?

Seperti imbauan dan penjelasan di atas, dalam pendemi ini layanan akad dilakukan di KUA. Jika ada alasan kuat harus dirumah, maka harus melalui persetujuan Kepala KUA.

Sebelumnya akad nikah ditunda karena pendemi virus corona, saat ini Kementerian Agama memutuskan membuka kembali layanan akad nikah di KUA.

Jadi jelas, saat pendemi ini, saat masih dalam kondisi darurat virus corona, akad nikah hanya dapat dilakukan di KUA, bukan di tempat lainnya.

Selain itu, akad nikah tidak dapat dilakukan secara daring, atau jenis online lainnya termasuk video call. Untuk informasinya kita juga bisa cek secara online di jejaring resmi Kementerian Agama maupun di tiap KUA kecamatan.

Berikut ini, surat edaran SE Dirjen Bimas Islam No.P-004 tentang pelaksanaan akad nikah yang saat ini dapat dilakukan di KUA Kecamatan setempat domisili.

Layanan Akad Nikah
Surat Imbauan Layanan Akad Nikah (Info dari Setkab.go.id)

Jadi perlu diketahui, sudah jelas tentang yang diizinkan untuk melakukan akad nikah, yakni bagi pasangan yang telah mendaftar hingga 23 April 2020 lalu. Pendaftaran setelah 23 April 2020, baru bisa dilakukan setelah 29 Mei 2020.

Baca Juga: Tata Cara Akad Nikah dan Bacaan-Bacaannya

Nah itulah informasi tentang layanan akad nikah di KUA untuk menjawab pertanyaan kapan kembali dibuka. Dalam pernikahan ada juga yang perlu dipahami, sembari menanti waktu terlaksananya.

Antaranya adalah seperti rukun nikah dan syarat nikah di KUA 2020. Tentunya juga masih banyak penjelasan lainnya yang dapat meningkatkan informasi sebelum pernikahan berlangsung.

Sekian yang bisa disampaikan, semoga informasi ini bermanfaat. Terimakasih. Salam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *