KUA Tutup Layanan Akad Nikah
Ilustrasi Pernikahan | KUA Tutup Layanan Akad Nikah - Infokua.com

KUA Tutup Layanan Akad Nikah, Benarkah? Ini Kata Kemenag

Diposting pada

Infokua.com – Beberapa hari ini ada banyak pertanyaan yang masuk tentang benarkah KUA tutup layanan akad nikah? Penulis saat itu belum berani memastikan, karena penulis bukan orang dalam KUA.

Namun beberapa hari ini ada informasi dari berbagai media, tentang tanggapan Kementrian Agama tentang apakah Kantor Urusan Agama atau yang kita kenal dengan KUA tutup layanan akad nikah atau tidak?

Sebab, sampai dengan saat ini di April 2020, pendemi Covid-19 atau virus corona masih mewabah. Nah, beberapa penjelasan yang bisa diketahui salah satunya adalah lewat Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama.

Itu bagi yang menikah dalam Islam. Bagaimana dengan Agama lain, tenang penulis juga akan sampaikan informasi berdasarkan Surat Himbauan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen Kementerian Agama RI tertanggal 20 Maret 2020

Karena tentunya banyak yang khawatir ya jika memang benat KUA tutup layanan akad nikah sampai waktu yang tak dapat dipastikan? Sebagian sudah siap, baik rukun nikah maupun syarat nikah 2020.

Nah jadi sebenarnya informasinya seperti apa sih? Berikut penjelasannya….

KUA Tutup Layanan Akad Nikah

KUA Tutup Layanan Akad Nikah
Ilustrasi Pernikahan | KUA Tutup Layanan Akad Nikah – Infokua.com

Jadi berdasarkan keterangan Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama dalam surat edaran terbarunya per 2 April 2020, berkaitan tentang protokol penanganan Covid-19 (Corona Virus Disease 2019) di dalam pelayanan kebimasislaman.

Disampaikan dalam edaran tersebut kepada para Kepala Kanwil Kemenag Provinsi dan penghulu yang menjelaskan tentang layanan publik di Kantor Urusan Agama.

Nah, di beberapa media juga, bahkan di akun resmi Kemenag RI telah dijelaskan nih oleh Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin.

Bahwasannya ia berharap masyarakat yang akan menikah untuk saat ini atau dalam waktu dekat untuk bisa menunda atau melakukan penjadwalan ulang rencana pelaksanaan akad nikahnya.

Harapannya ini disampaikan selama darurat Covid-19 masih terus berlangsung di Indonesia. Jadi surat edaran terbaru di 2 April 2020 lalu, dari Kemenag mengajukan permohonan pelaksanaan akad nikah di masa darurat Covid-19 untuk pendaftaran baru tidak dilayani.

Nah jadi penjelasannya diharapkan masing masing provinsi dan penghulu tak melayani pengajuan permohonan pelaksanaan akad nikah baru.

Jadi, pihak Dirjen Bimas Islam, lewat Pak Kamaruddin Amin meminta masyarakat menunda pelaksanaan pernikahannya.

Layanan Pencatatan Nikah Dibuka? Bagaimana Cara dan Syaratnya

Hanya saja yang masih menjadi kabar gembira untuk para pejuang halal untuk situasi seperti ini adalah, Pak Kamaruddin Amin memastikan pendaftaran layanan pencatatan nikah masih tetap dibuka.

Hanya saja mekanisme pendaftarannya yang tidak bisa dilakukan tatap muka di KUA, jadi hanya bisa dilakukan dengan cara online.

Jadi layanan pencatatan nikah via online lewat web simkah.kemenag.go.id ini yang harus dilakukan. Jadi bisa ajukan, tapi untuk melakukan akad nikahnya tidak dilakukan di masa darurat Covid-19 atau virus corona ini.

Bagaimana yang sudah daftar sebelum 1 April 2020, apakah layanan akad nikah di KUA masih dilayani? Jawabannya masih.

Jadi, pelaksanaan akad nikah yang hanya dilayani adalah bagi sepasang calon pengantin yang telah melakukan pendaftaran sebelum 1 April 2020.

Namun untuk pelayanan akad nikah hanya akan dilaksanakan di KUA. Sementara untuk Layanan di luar KUA ditiadakan.

Nah Pak Kamaruddin menjelaskan, bahwa kondisi dan aturan ini dibuat dalam situasi darurat kesehatan akibat wabah virus corona atau Covid-19.

Tentunya kita sebagai warga negara yang baik, imbauan demi imbauan ini patut memahami dan menyesuaikan. Apalagi di setiap daerah yang kondisi kedaruratannya berbeda-beda.

Nah tentunya akan hal itu, KUA diminta pihaknya untuk meningkatkan koordinasi, mematuhi serta menyelaraskan penyelenggaraan layanan masyarakat sesuai dengan perkembangan kebijakan Pemerintah Daerah dalam pencegahan penyebaran Covid-19 di wilayahnya.

Layanan KUA Online

Sistem kerja Kemenag saat ini memang untuk para pegawai tengah WFH atau kerja dari rumah. Ini dilakukan sampai 21 April 2020.

Hanya saja, untuk para jajaran Kemenag di Kanwil dan KUA diminta untuk tetap memberi pelayanan konsultasi dan informasi ke masyarakat dengan cara daring atau layanan KUA online.

Atas intruksi tersebut, setiap KUA harus memberitahu nomor kontak atau email petugas untuk memudahkan masyarakat dalam menggali akses informasi.

Oh iya. Layanan KUA online ini tidak diperkenankan untuk akad nikah online ya, mau itu lewat telepon, video call, ataupun penggunaan aplikasi teknologi berbasis web lainnya.

Nikah di KUA Dalam Situasi Pendemi Virus Corona

Bagaimana nikah di KUA dalam situasi wabah covid-19 ini? Tentunya ada Protokol Akad Nikah di KUA. Jadi, untuk pelaksaan akad nikah di KUA di masa darurat Covid-19, Ditjen Bimas Islam menerbitkan protokol pelaksanaan, antaranya adalah:

  1. Membatasi jumlah orang yang mengikuti prosesi akad nikah tidak lebih dari 10 orang dalam satu ruangan
  2. Calon pengantin dan anggota keluarga yang mengikuti prosesi akad nikah harus telah membasuh tangan dengan sabun/hand sanitizer dan menggunakan masker.
  3. Petugas, wali nikah, dan catin laki-laki menggunakan sarung tangan dan masker pada saat ijab kabul

Nah jadi jelas ya, bagi para pejuang halal dan masyarakat diimbau untuk menunda akad pernikahan, dan terus memanfaatkan teknologi informasi untuk mendapatkan layanan tanpa harus tatap muka secara langsung.

Layanan Ibadah Pemberkatan Pernikahan Kristen

Bagaimana dengan nikah dalam kristen di tengah pendemi Covid-19 ini?

Kalau penulis baca, berdasarkan penindaklanjutan Surat Himbauan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen Kementerian Agama RI tertanggal 20 Maret 2020, Pelayanan Ibadah sedapat mungkin diadakan secara online.

Langkah ini dilakukan agar proses ibadah bisa tetap berlangsung tanpa adanya aktivitas kontak langsung sesama warga jemaat.

Nah untuk pelayanan lainnya seperti Ibadah Pemberkatan Pernikahan dan Ibadah Penguburan Orang Meninggal menjadi pertanyaan, “Bagaimana hal itu dilakukan?”

Menyikapi hal tersebut, Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen, memberikan beberapa hal untuk diperhatikan, yaitu :

1. Maklumat Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Nomor : Mak/2/III/2020 tanggal 19 Maret 2020.

Isinya tentang Kepatuhan Terhadap Kebijaksanaan Pemerintah Dalam Penanganan Penyebaran Virus Corona (COVID-19).

Salah satu isi maklumat tersebut adalah tidak mengadakan kegiatan sosial kemasyarakatan yang menyebabkan berkumpulnya massa dalam jumlah banyak,

baik ditempat umum maupun di lingkungan sendiri, yaitu pertemuan Sosial Budaya, Keagamaan dan Aliran Kepercayaan dalam bentuk Seminar, Lokakarya, Sarasehan dan kegiatan lainnya yang sejenis.

Ini menyatakan dengan tegas bahwa kegiatan – kegiatan pelayanan keagamaan dengan mengundang jemaat dalam jumlah besar tidak boleh dilakukan.

2. Poin 2c maklumat Kapolri RI

Yaitu apabila dalam keadaan mendesak dan tidak dapat dihindari, kegiatan yang melibatkan banyak orang dilaksanakan dengan tetap menjaga jarak dan wajib mengikuti prosedur pemerintah terkait pencegahan COVID-19.

Maka untuk kegiatan pelayanan Ibadah Pemberkatan Pernikahan yang dapat dilakukan adalah apabila dalam keadaan mendesak, tidak dapat dihindari dan hanya dihadiri maksimal 10 orang saja.

Sebelum Pelaksanaan pelayanan ibadah hendaknya dapat diinformasikan terlebih dahulu kepada pihak berwenang untuk dapat diketahui.

Pelaksanaannya sehingga tidak menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan, terlebih berdampak hukum (tindakan kepolisian) bagi gereja, umat yang bersangkutan dan lingkungan tempat pelaksanaan pelayanan pemberkatan pernikahan.

3. Berkaitan dengan pelayanan ibadah Penguburan Orang Meninggal,

Untuk penanganan pasien yang meninggal karena Positif COVID-19 dilaksanakan dengan SOP penguburan orang meninggal dari Satgas Kesehatan.

Serta dapat juga mengikuti Panduan Pelayanan dan Ibadah Perkabungan Warga Gereja Positif COVID-19 yang dikeluarkan oleh PGI.

Bagi jemaat yang meninggal bukan karena Positif COVID-19, dapat dilakukan berdasarkan tata ibadah gereja masing-masing dengan tetap berpatokan kepada maklumat Kapolri RI serta tetap menjaga jarak dalam pelayanan.

Itulah imbauan yang ditanda tangani, a.n. Direktur Jenderal, Direktur Urusan Agama Kristen Jannus Pangaribuan.

Baca Juga: Sholat Hajat Jodoh : Keajaiban, Niat, Cara dan Amalan Doa

Itulah beberapa hal yang bisa kita ketahui tentang beragam pertanyaan benarkah KUA tutup layanan akad nikah?

Di tengah kondisi pendemi yang terjadi, sampai waktu yang belum ditentukan dan imbauan untuk jaga jarak, di rumah aja, kerja dari rumah (work from home / WFH) sebaiknya diindahkan.

Ini demi kebaikan bersama. Mari kita juga berdoa, pendemi ini segera berlalu. Kita bisa beraktifitas seperti biasanya. Aamiin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *