Istri Kabur Dari Suami
Ilustrasi Istri Kabur Dari Suami

Istri Kabur Dari Suami, Apa Hukumnya?

Diposting pada

Infokua.comIstri Kabur dari Suami? Jika ini tengah direncanakan oleh anda para istri meninggalkan suami dan minta cerai, atau sedang berlangsung, sebaiknya bertaubat dan meminta maaflah kepada suami anda.

Terlebih dalam keadaan tertentu yang tidak diperbolehkan sehingga dapat menjadi dosa besar dan jangan sampai mendapatkan azab istri kabur dari rumah.

Selain itu, istri meninggalkan suami apakah jatuh talak? Jawabannya tidak? Karena talak hanya dilakukan oleh suami. Namun bera[a lama istri boleh meninggalkan suami? Berikut penjelasan yang bisa kita ketahui?

Karena memang dalam perjalanan rumah tangga, ada permasalahan dalam rumah tangga yang terjadi.

Apalagi untuk pasangan saat ini, kerap kali istri kabur dari suami, meninggalkan rumah membawa anaknya menuju ke rumah orang tua atau kerabat sang istri.

Tentu hal tersebut, tidak menyelesaikan masalah, justru menambah keributan dan menimbulkan kesan negatif dan menjadi sanksi sosial yang tak baik untuk rumah tangganya.

Dalam hal ini menjadi kesan seorang istri yang tidak bertanggung jawab. Sebab, istri memilih pergi meninggalkan suami daripada menyelesaikannya dengan baik-baik.

Karena jalan yang baik bagi seorang istri menghadapi masalah dengan suaminya bukan dengan cara kabur, tetapi dengan membicarakannya baik baik.

Bolehkah Istri Kabur dari Suami dan Minta Cerai

Istri Kabur Dari Suami
Ilustrasi Istri Kabur Dari Suami

Pada artikel sebelumnya, penulis Info KUA telah menulis tentang hukum istri meninggalkan suami?

Dengan lengkap dibahas diperbolehkan tidaknya seorang istri kabur dari suaminya, termasuk ketika meninggalkan suami istri dengan alasan bekerja.

Baik ia masuk ke dalam penjelasan hukum istri meninggalkan suami untuk bekerja atau dalam hal lain. Sehingga, pertanyaan yang muncul selanjutnya adalah berapa lama istri boleh meninggalkan suami?

Setidaknya juga ketika mendapatkan informasi tentang dasar hukum istri meninggalkan suami, termasuk dasar hukum pidana istri meninggalkan suami?

Namun yang perlu dipikirkan adalah ketika istri kabur dari suami tanpa izin, ataupun tanpa kabar, bagaimana dengan dosa dosa yang didapatkan?

Terlebih yang harus juga diketahui adalah tentang dosa istri meninggalkan suami membawa anak? Inilah yang harus diketahui bersama.

Istri yang kabur meninggalkan suaminya, atau istri yang pergi meninggalkan rumah tanpa seizin suami akan dilaknat Allah SWT dan para malaikatnya.

Terlebih bagi mereka (para istri) yang meninggalkan rumah karena sebab telah dimarahi suami yang telah menasehatinya untuk menjadi lebih baik dan selalu berbuat dalam kebaikan.

Apakah dosa istri kabur dari suami? Jika realitas kaburnya seorang istri seperti anekdot di atas, maka sungguh sangat berdosa perbuatan perbuatan yang dilakukannya.

Bahkan, seorang istri yang meninggalkan suaminya sama saja dengan menjerumuskan dirinya sendiri ke neraka.

Hal ini dikarenakan seorang suami seperti diketahui memiliki peranan menjadikan seorang istri layar masuk surga Allah atas Ridho suami atau tidak.

Karena peranan seorang suami inilah, seorang istri juga dituntut untuk menuruti peraturan suami, selama peraturan tersebut masih dalam kebaikan dan dalam jalan Allah SWT yang direstui atau diperbolehkan.

Hadist Tentang Hukum Istri Meninggalkan Suami

Dari Hushain bin Mihshon ketika ia berkata, “Bibiku telah menceritakan kepadaku seraya berkata,

أَتَيْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِيْ بَعْضِ الْحَاجَةِ, قَالَ: (أَيْ هَذِهِ أَذَاتُ بَعْلٍ أَنْتِ), قُلْتُ : (نَعَمْ), قَالَ: (فَكَيْفَ أَنْتِ لَهُ), قَالَتْ: (مَا آلُوْهُ إِلاَّ مَا عَجَزْتُ عَنْهُ), قال: (فَأَيْنَ أَنْتِ مِنْهُ, فَإِنَّمَا هُوَ جَنَّتُكِ وَنَارُكِ)

“Saya mendatangi Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam- untuk suatu keperluan. Beliau bertanya:”siapakah ini? Apakah sudah bersuami?.”sudah!”, jawabku.

“Bagaimana hubungan engkau dengannya?”, tanya Rasulullah.

“Saya selalu mentaatinya sebatas kemampuanku”.

Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam- bersabda, “Perhatikanlah selalu bagaimana hubunganmu denganya, sebab suamimu adalah surgamu, dan nerakamu”.

[HR. An-Nasa’iy dalam Al-Kubro (8963), Ahmad dalam Al-Musnad (4/341/no. 19025), dan lainnya. Hadits ini di-shohih-kan oleh Al-Albaniy dalam Ash-Shohihah (2612), dan Adab Az-Zifaf (hal. 213)]

Hak Suami Atas Istri

hak suami atas istri
Ilustrasi Pixabay : Hak Suami Atas Istri

Lalu bagaimana hak suami atas istri. Yang perlu diketahui dan digaris bawahi adalah seorang suami memiliki hak lebih tinggi dibandingkan istri.

Hak suami atas istri merupakan salah satu hak mulia yang diperuntukkan untuk seorang istri. Hal berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala.

وَلَهُنَّ مِثْلُ الَّذِي عَلَيْهِنَّ بِالْمَعْرُوفِ وَلِلرِّجَالِ عَلَيْهِنَّ دَرَجَةٌ

“Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang makruf. Akan tetapi para suami mempunyai satu tingkatan kelebihan daripada istrinya.” (QS. Al-Baqarah: 228).

Hukum Istri Meninggalkan Suami Membawa Anak

Hukum Istri Meninggalkan Suami
Ilustrasi – Hukum Istri Meninggalkan Suami

Bagaimana jika istri kabur dari suami dengan membawa anaknya? Dalam hal ini meninggalkan suami bahkan meminta bercerai dengan membawa anaknya untuk diurus dirinya.

Dalam hal ini kita akan lihat juga ke dalam aspek perceraian. Seperti kita ketahui hukum perceraian di Indonesia bukanlah hal yang tabu, banyak sekali terjadi, apalagi dikalangan selebritis.

Dan berapa lama porses perceraian tergantung dari sengketa yang disidangkan antara kedua belah pihak. Namun sudahkah memahami tentang hukum perceraian dalam Islam.

Meski dalam Islam diperbolehkan, namun tahukah, bahwa Nabi Muhammad saw telah memberitahu kepada umatnya bahwa satu-satunya perkara yang sangat allah benci adalah perceraian sebuah pernikahan suami istri.

Untuk itu, sebaiknya, perkara penceraian menjadi salah satu perkara yang seharusnya sama sama untuk dihindari di dalam menjalankan rumah tangga.

Jika dilihat dari macam macam talak hanya suami yang memiliki otoritas atau kehendak untuk menceraikan istri, dilihat dari hak nya suami didalam pernikahan pun, suami memiliki hak lebih tinggi daripada hak istri atas suami.

Dan, pada dasarnya, seorang istri yang meninggalkan rumahnya dan meminta cerai suaminya merupakan tindakan yang tidak sepatutnya dilakukan.

Sebab Sebab Perceraian

Kita perlu juga mengetahui sebab sebab tentang perceraian. Misalnya, seperti sabda Rasulullah SAW:

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: أيما امرأة سألت زوجها الطلاق من غير ما بأس فحرام عليها رائحة الجنة.

Rasulullah Saw bersabda, “Siapapun perempuan yang meminta talak kepada suaminya tanpa ada alasan maka haram baginya wewangian surga. (HR. Abu Daud dan Tirmizi)

Nah, dalam HR. Abu Daud dan Tirmizi ini, seorang Istri yang meminta cerai disebutkan tidak dapat mencium harumnya surga, apalagi untuk memasuki surga itu sendiri dipastikan sangat tidak diperbolehkan.

Hal ini disebabkan karena pernikahan sendiri merupakan perkara yang sangat dibenci allah walaupun sekarang  sudah dilegalkan demi kepentingan individu oleh negara dan agama.

Akan tetapi, jika soerang istri dalam keadaan yang selalu dirugikan atyas apa yang telah dilakukan dan disebabkan  suaminyam dan membuat istri terpaksa untuk meminta cerai pada suami, maka itu diperbolehkan.

Syarat Istri Menggugat Cerai

Maka tak salah mencoba mencari informasi tentang syarat syarat istri boleh menggugat cerai suami.

Karena syarat pengajuan cerai istri ke suami ini adalah salah satu cara yang bisa dilakukan apabila istri ingin meminta cerai kepada suami.

Apa saja yang menjadi sebab sebab dibolehkan seorang istri menggugat cerai suaminya?

  1. Suami tidak mampu memenuhi hak-hak istrinya.
    • Sudah kewajiban suami untuk memenuhi hak-hak istri. Hak-hak yang didapatkan istri yang didapatkan dari suami yaitu seperti memberi nafkah, tempat tinggal yang memadai, pergaulan yang baik.
    • Apabila, suami memiliki sifat yang pelit dan tidak dapat memenuhi semua kebutuhan dasar yang diperlukan istrinya setelah sekian lama, maka istri memiliki hak untuk meminta cerai.
    • Ibnu Qudamah dalam al-Mughni mengatakan termasuk dalam hal ini apabila suami tidak dapat memenuhi nafkah istrinya akibat apapun.
    • Sehingga, seorang istri berada pada kondisi yang dipenuhi kebimbangan antara meminta cerai atau bersabar.
  2. Suami melakukan kekerasan kepada istri. Suami yang memukul dan mencela, menghina, dan merendahkan harga diri istrinya merupakan tindakan yang sangat dilaknat Allah swt.
    • Apalagi jika suami melakukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) tanpa ada sebab yang melandasi, melainkan hanya karena kekesalan emosi semata.
    • Islam sangat mearang seorang suami yang mekakukan kekerasan pada istri baik secara herbal maupun non verbal.
    • Apabila suami telah melakuka KDRT kepada istri, maka istri berhak meminta cerai kepada suami, walaupun tidak ada saksi yang melihat kekerasan tersebut.
  3. Suami melakukan perjalanan dan tidak kembali atau pergi dalam waktu yang sangat lama.
    • Sehingga istri mengalami kondisi yang darurat dan tidak ada yang menjaganya karena ditinggal suami.
    • Kepergian suami yang melebihi waktu enam bulan, sehingga dikhawatirkan terjadinya fitnah yang terjadi pada istri.

Berapa Lama Istri Boleh Meninggalkan Suami

Seperti yang dijelaskan dalam point 3 di atas. Bahwasannya, istri boleh meninggalkan suami ketika seorang suami melakukan perjalanan dan tidak kembali atau pergi dalam waktu yang lama.

Sehingga, dalam keadaan tertentu menjadi kondisi darurat, dan kepergian seorang suami yang melebihi waktu 6 bulan tanpa kabar, dikhawatirkan terjadi fitnah pada seorang istri.

Pada point 3 sudah jelas dijabarkan, ketika suami melakukan perjalanan dan tidak kembali atau pergi dalam waktu yang sangat lama yang dikhawatirkan terjadi fitnah dan tidak ada yang menjaganya karena ditinggal suami.

Dan dengan waktu kepergian suami yang melebihi waktu enam bulan, dikhawatirkan terjadinya fitnah yang terjadi pada istri.

Namun untuk lebih jelas silakan disimak penjelasan tersebut dalam apa yang telah diterangkan al-Mughni

وسئل أحمد أي ابن حنبل رحمه الله: كم للرجل أن يغيب عن أهله؟ قال: يروى ستة أشهر.

Ibnu Qudamah berkata, “Imam Ahmad, yaitu Ibn Hanbal rahimahullah ditanya, ‘berapa lama bagi laki-laki menghilang dari keluarganya?” dia berkata, “diriwayatkan enam bulan”.

Maka seorang istri sebaiknya memperhitungkan mana yang diperbolehkan dan yang tidak, setidaknya bisa mengkaji lebih dalam sebelum mengambil keputusan.

Contoh Kasus Istri Boleh Menceraikan Suaminya

Misalkan, bagaimana jika Suami menjadi narapidana dan ditahan dalam waktu yang lama? Dalam hal ini, menurut mazhab malikiyah dalam mausu’ah al-fiqhiyah al-kuwaitiyah mengemukakan pendapatnya:

Yakni, memperbolehkan istri untuk meminta cerai pada suami yang ditahan.

Sebab, yang dikhawatirkan selama suami menjalani masa tahananya dan tidak adanya suami disisi sang istri, istri tidak ada yang menjaga dan tidak ada yang menafkahinya.

Begitu juga ketika seorang suami telah divonis memiliki penyakit menular pada orang yang berada disekitarnya, contoh seperti HIV, penyakit impoten, atau penyakit yang membahayakan lainnya.

Dengan demikian, seorang istri dapat meminta cerai suaminya. Selain itu, seorang istri dapat meminta cerai ketika seorang suaminya tidak bisa menjadi panutan dirinya dalam menegakan pilar agama.

Dalam hal ini, misalkannya saja, buruknya sifat suami yang melakukan perbuatan dosa-dosa besar yang diharakan agama, sehingga membuat istri dapat terjerumus dalam murka Allah swt apabila mengikuti perintahnya.

Baca Juga: Pacaran Dalam Islam, Ini Syarat dan Hukumnya

Atau suami tidak dapat menjalakanan kewajiban dan menyebabkan kekafiran pada pernikahan yang dijalaninya. Misalnya saja, selama pernikahan, seorang suami tidak bisa bertaubat dari perboatan dosanya.

Seperti, berjudi, meminum-minuman keras, bahkan ada suami yang sampai menyuruh dan merelakan istrinya untuk ditiduri pria lain demi mendapatkan uang untuk melakukan maksiat lainnya.

Jika, terjadi seorang Istri yang mengalami kondisi seperti ini, dan sudah berupaya untuk bersabar sembari meminta tau menyuruh suaminya bertobat, dan memperbaiki akhlaknya kembali.

Jika dalam perjalanannya, suami tidak menghiraukan, dan tetap pada kesesatan maksiat jalannya, maka sebagai seorang istri dapat dan diperbolehkan meminta cerai pada suami.

Sebab, dalam hal ini rusaknya dan tidak ada lagi keridhoan allah pada suami seperti anekdot di atas, dan Allah SWT melaknat perbuatan yang dilakukan suami pada istrinya sendiri tersebut.

Bagaimana Hukum Istri Meninggalkan Suami Untuk Bekerja?

Lalu bagaimana dengan hukum istri meninggalkan suami untuk bekerja? Istri kabur dari suami karena alasan bekerja, namun suami tidak ridha atau tidak memperbolehkannya untuk pergi bekerja dengan meninggalkan keluarga?

Jadi, yang perlu dipahami sebagai seorang istri adalah, ketika seorang istri meninggalkan suami dalam waktu lama tanpa diusir, dan saat itu, suami tidak pernah menjatuhkan talak kepadanya.

Maka yang didapatkan saat itu, istri tersebut tetap menjadi istri sah sang suami. Sementara, di sisi lain, hukum istri meninggalkan suami untuk bekerja, ketika suami tidak mengizinkannya, maka hukumnya berdosa.

Sebab, hal ini dikhawatirkan dapat menyebabkan sang istri lalai dalam menjalankan kewajibannya sebagai seorang istri, dalam hal ini juga dimaksudkan sebagai hak suami atas istri yang harus dipenuhi.

Untuk itu, seorang suami dalam hal ini dimaksud adalah seorang pemimpin yang harus ditaati setelah seorang perempuan menikah dan kedudukan hak suami harus diutamakan bahkan di atas kebutuhan sang istri.

Teruntuk suami pun, jika istri kabur dari suami, meninggalkan suami dalam jangka waktu 6 bulan kurang lebih lama waktu meninggalkan.

Contoh kasus di atas pun belum bisa menjadi alasan suami menceraikan istri, meskipun suami dapat menjatuhkan talak sewaktu-waktu.

Dosa Istri Kabur Meninggalkan Suami dan Anak dari Rumah

Istri Kabur Dari Suami
Ilustrasi Istri Kabur Dari Suami

Nah yang perlu juga dipahami ketika istri kabur dari suami dan anak-anaknya adalah dosa dosa yang ditanggungnya kelak.

Sebab, dosa seorang istri yang meninggalkan suami dan anaknya merupakan dosa besar dan sangat dilaknat Allah swt dan dimarahi oleh para malaikat Allah.

Seperti Sabda Rasullulah SAW  dalam Hadist riwayat Abu Daud Ath-Thayalisi dari pada Abdullah Umar:

”Hak suami terhadap istrinya adalah istri tidak menghalangi permintaan suaminya sekalipun semasa berada di atas punggung unta, tidak berpuasa walaupun sehari kecuali dengan izinnya, kecuali puasa wajib.

Jika dia tetap berbuat demikian, dia berdosa dan tidak diterima puasanya. Dia tidak boleh memberi, maka pahalanya terhadap suaminya dan dosanya untuk dirinya sendiri.

Dia tidak boleh keluar dari rumahnya kecuali atas seizin suaminya.

Jika dia berbuat demikian, maka Allah akan melaknatnya dan para malaikat memarahinya kembali, sekalipun suaminya itu adalah orang yang alim.”

Baca Juga: Cara Rujuk Talak 1, Ini Syarat & Penjelasan Dalam Islam

Jadi, dalam hal ini ada beberapa hal yang bisa kita pelajari tertuama tentang bagaimana hukum istri kabur dari suami adalah tindakan-tindakan yang dilakukan dapat menjadi dosa besar.

Terlebih, ketika suami mengajak kebaikan namun istri justru tak mendengarkan dan kabur tanpa alasan yang dapat menguatkan perbuatan suaminya salah.

Namun jika suaminya dalam keadaan yang salah, dan tidak dapat diperbaiki, jauh dari agamanya, dan sudah berulang kali dinasehati namun tetap dalam jalan kemungkarannya. Maka diperbolehkan meninggalkan suaminya.

Namun memang dilakukan dulu upaya upaya yang dapat membantu suaminya tersadara dari segala kesalahan dan dosanya, sehingga seorang suami juga masih mendapatkan keridhaan Allah atas istrinya.

Maka itu, sebagai seorang istri harus mengetahui sebab sebab diperbolehkannya seorang istri meninggalkan suami dan sebab sebab yang tidak diperbolehkan meninggalkan suami.

Demikian penjelasan berbagai hal tentang bagaimana hukum istri meninggalkan suami membawa anak, istri meninggalkan suami tanpa izin, dosa istri meninggalkan suami dan anak.

Begitu juga dengan hukum pidana istri meninggalkan suami, dan lainnya. Itulah beberapa penjelasan tentang hukum istri yang meninggalkan suaminya.

Dan tentunya dalam penjelasan ini masih ada banyak hal yang bisa kita pelajari. Semoga dengan penjelasan ini mendapatkan sedikit kebaikan untuk membangun rumah tangga, dan sebagai seorang istri untuk suami dan anak-anaknya.

Sekian yang bisa disampaikan, semoga artikel tentang istri kabur dari suami ini menceragkan dan informasinya bermanfaat, terimakasih. Salam.

One thought on “Istri Kabur Dari Suami, Apa Hukumnya?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *