Hukum Nikah Saat Hamil Hasil Zina
Ilustrasi Hukum Nikah Saat Hamil Hasil Zina

Hukum Nikah Saat Hamil Hasil Zina, Ini Penjelasannya

Diposting pada

Infokua.com – Apa Hukum Nikah saat Hamil hasil zina? Barangkali ini bisa menjadi perhatian kita semua. Namun satu hal yang harus dipahami memang, latar belakang pernikahannya.

Penyebab pernikahan ada banyak hal. Termasuk dengan cara yang baik, atau karena terpaksa menikah karena sebab sesuatu hal.

Nah yang akan dibahas kali ini adalah pernikahan yang disebabkan karena hamil diluar nikah. Lebih spesifikasinya adalah tentang hukum nikah saat hamil hasil zina? Nah bagaimana terkait hukum dalam Islam menjelaskan,

Beberapa penjelasan yang penulis baca, ada beberapa penyebab yang melatarbelakangi pernikahan saat hamil ini. Ada berbagai faktor dan masalah.

Contohnya saja seperti wanita yang hamil lalu diceraikan suaminya, dan ia menikah lagi? Kasus lain, ada seorang wanita yang menikah saat hamil karena hasil zina. Sehingga, ketika menikah ia terpaksa menikah saat hamil.

Ada yang menikah saat hamil 3 bulan, ada yang menikah saat hamil 7 bulan, ada juga yang menikah saat hamil 2 bulan. Berapapun itu bulannya. Langkah ini biasanya dilakukan dalam upaya menutupi aib keluarganya.

Namun terlepas dari apapun niat menikahnya, dalam hal ini bagaimana tentang hukum nikah saat hamil hasil dari zina.

Hukum Nikah saat Hamil Karena Hasil Zina

Hukum Nikah Saat Hamil Hasil Zina
Ilustrasi Hukum Nikah Saat Hamil Hasil Zina

Menikah saat hamil dikarenakan hasil zina? Memang tak sedikit terjadi di zaman sekarang ini. Pernikahan yang disebabkan karena si wanita yang belum menikah ini telah terlebih dahulu hamil.

Perbuatan ini pada umumnya disebut sebagai hamil diluar nikah atau sebagai sebab perbuatan zina bersama pasangannya.

Tak sedikit pula, karena kehamilan diluar nikah ini sebagian orang tua meminta untuk segera anaknya menikah, langkah ini dipilih sebagai cara untuk menutupi aib keluarga.

Demikian juga laki laki yang telah menghamilinya akan menikahinya. Ada juga yang menikahi laki-laki lain yang bukan menghamili wanita tersebut sebagai bentuk tanggung jawab atau hal lainnya.

Mengenai hukum ini, mayoritas ulama membolehkan pernikahan wanita yang sedang hamil akibat perzinaan dengan laki laki yang menghamilinya.

Tetapi, ulama yang kuat disyaratkan untuk calon pengantin agar bertobat terlebih dahulu dari dosa besar yang telah diperbuatnya tersebut.

Pendapat ini atas dasar hukum yang tertuang dalam Al Quran, yakni:

“Laki-laki yang berzina tidak menikahi melainkan perempuan yang berzina atau perempuan yang musyrik.

Dan perempuan yang berzina tidak dinikahi melainkan oleh laki-laki yang berzina atau laki-laki musyrik. Dan telah diharamkan hal tersebut atas kaum mukminin.” (QS an-Nur : 3)

Hukum Menikahi Wanita Hamil Meski Ia Bukan Laki – Laki Yang Menghamilinya

Lalu, bagaimana hukumnya wanita menikah saat hamil dengan laki laki yang tidak menghamilinya? atau menikah dengan orang lain.

Mayoritas ulama salaf dan khalaf memperbolehkan hal ini.

Adapun madzhab Abu Hanifah menjelaskan hukumnya boleh menikahi wanita yang hamil di luar nikah meskipun ia bukan pelaku dari perzinahan tersebut, tetapi dengan syarat, tidak boleh berjima’ dengannya selama masa hamil.

Laki laki tesebut, barulah boleh berjima’ dengan wanita tersebut, jika rahim telah kosong dari janin, dan telah haid minimal satu kali.

Sungguh kita mengetahui mudharat yang didapat dari perbuatan zina ini. Terlebih lagi dampaknya akan dirasakan oleh anaknya kelak.

Dimana sang anak hasil dari perbuatan zina ini tidak boleh di-bin-kan dengan bapaknya. Tetapi harus di-bin-kan kepada ibunya.

Sehingga kita sebagai umat muslim yang mengerti akan ilmu agama sudah menjadi kewajiban untuk menghindari perbuatan yang dibenci Allah SWT.

Solusi Hamil di Luar Nikah

Adapun upaya sebagai solusi hamil di luar nikah menurut Islam adalah dengan menjauhi perbuatan zina.

Sebagaimana tertulis dalam Al Qur’an surah Al Isra ayat 32 yang artinya:

“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk”.

Hukum Menikah saat Hamil Karena Cerai

Berikut ini adalah pemaparan hukum menikah saat hamil karena kondisi wanita yang diceraikan oleh mantan suaminya dalam keadaan hamil.

Berdasarkan uraian yang dipaparkan Ustadz Ammi Nur Baits, seorang wanita yang diceraikan mantan suaminya dalam keadaan hamil haruslah menunggu ia melahirkan dan selesai masa iddahnya, baru ia dapat menikah kembali.

Dimana masa iddah wanita hamil adalah ketika ia melahirkan. Hal ini sesuai dengan penjelasan dalam Al Quran, “Para wanita hamil, masa iddahnya sampai mereka melahirkan,” (QS. At-Thalaq : 4)

Sehingga dapat kita pahami bahwa wanita yang menikah saat hamil adalah terlarang, dan status pernikahannya batal atau tidak sah.

Penjelasan ini lebih diperkuat dengan firman Allah dalam Al Qur’an, yang artinya:

“Dan janganlah kamu berazam (bertekad) untuk melakukan akad nikah, sampai masa iddah telah habis.” (QS. Al Baqarah : 235)

Baca Juga: Apakah Dosa Zina Bisa Diampuni, Ini Penjelasannya?

Semoga ulasan di atas menambah wawasan kita mengenai apa hukum menikah saat hamil, baik karena diceraikan suami, atau karena perbuatan zina.

Semoga pula kita bisa terhindar dari perbuatan zina yang sungguh hina dan dibenci oleh Allah SWT itu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *