Hukum Menikahi Wanita Pezina
Ilustrasi : Hukum Menikahi Wanita Pezina

Hukum Menikahi Wanita Pezina Menurut Pandangan Islam

Diposting pada

Infokua.com – Ada banyak hal yang bisa kita pelajari tentang hukum menikahi wanita pezina. Terlebih seorang muslim. Sehingga, ada beberapa hal yang bisa kita pelajari dalam syariat islamnya.

Adapun menikah dengan wanita pezina, maka Allah SWT telah menegaskan pengharamannya dalam surat an-Nur. Dia mengabarkan bahwa siapa yang menikahinya, maka ia salah satu dari dua kemungkinan:

Pezina atau musyrik. Lagi pula Allah SWT berfirman:

“Wanita-wanita yang keji untuk laki laki yang keji, dan laki laki yang keji untuk wanita wanita yang keji (pula).” (An-Nur: 26).

Al-Khabitsat adalah wanita pezina. Ini menunjukan bahwa siapa yang menikahi mereka, maka ia adalah pezina seperti mereka.

Adalah merupakan keburukan terkeji bila seorang laki-laki menikah dengan wanita pezina. Pernikahan ini berisi kezhaliman terhadap anaknya sesudahnya yang akan mendapatkan aib karena ulah ibunya.

Ini juga akibat ayah yang buruk dalam memilih dan tidak berbuat baik kepada anaknya. Sebenarnya, laki – laki ini juga tidak merasa aman dengan ranjangnyya, jika ia menikah dengan wanita pezina.

Apakah masih ada pernikahan lainnya yang tidak sah?

Hukum Menikahi Wanita Pezina

Jawabannya dari pertanyaan itu adalah ada. Seperti menikah dengan wanita yang masih dalam masa kidah. Yaitu, lai laki menikahi wanita yang masih dalam masa iddah karena talak atau suaminya wafat. FirmanNya:

“Dan janganlah kamu menetapkan akad nikah, sebelum habis masa iddahnya.” (Al-Baqarah: 235).

Menikahi wanita Majusi, Budha atau Komunis kafir secara umum, berdasarkan firman-Nya: “Dan janganlah kamu nikahi perempuan Musyrik, sebelum mereka beriman.” (Al-Baqarah: 221).

Hukum Menikahi Wanita yang Dizinahi

Berdasarkan Madzhab Asy-Syafi’I dan Abu Hanifah serta Muhammad al-Hasan dalam penjelasannya terkait hukum menikah dengan seorang wanita yang pernah dizinahi.

Dijelaskannya, bahwa diperbolehkan seorang yang berzina dan telah menghamilinya untuk menikah dengannya dan menggaulinya pula.

Meski memang, ada beberapa pendapat tentang hukum menikahi wanita pezina dan menikahi orang yang pernah berzina. Mayoritas para ulama membolehkan menikahi orang yang pernah berzina.

Hal tersebut berlaku baik untuk seorang laki laki maupun untuk seorang perempuan. Dan berdasarkan keumuman perintah untuk dapat menikah dan menikahkan orang orang yang masih sendiri.

Bahkan berbeda pendapat pula, para ulama tentang apakah diperbolehkan menikahi seorang wanita hamil karena perzinahan.

Namun, dijelaskan dalam Madzhab Asy-Syafi’I dan Abu Hanifah serta Muhammad al-Hasan, bahwa diperbolehkan seorang yang berzina dan menghamili seorang wanita, maka dirinya diperbolehkan menikah dengannya dan menggaulinya.

Hukum Menikahi Wanita Hamil Dengan Orang Lain

Hukum Menikahi Wanita Pezina

Selanjutnya ada beberapa hal yang bisa kita perlu perhatikan. Di antaranya adalah saat akan menikah seorang wanita hamil. Apalagi yang akan menikahi adalah bukan lelaki yang pernah menghamili wanita tersebut.

Meski diperbolehkan seorang lelaki menikahi wanita yang dihamili oleh orang lain di luar nikah. Tetapi seorang lelaki yang menikahi wanita hamil tersebut tidak boleh menggaulinya.

Hal ini disampaikan Abu Hanifah dan Muhammad al-Hasan. Jadi, kesimpulannya, dalam hal ini adalah jika sorang laki-laki pernah berzina dengan wanita tersebut menikahinya.

Bukan menikah dengan laki-laki lain yang tidak menghamilinya. Seperti yang telah disampaikan dalam firman Allah SWT; الزَّانِي لَا يَنْكِحُ إِلَّا زَانِيَةً أَوْ مُشْرِكَةً وَالزَّانِيَةُ لَا يَنْكِحُهَا إِلَّا زَانٍ أَوْ مُشْرِكٌ وَحُرِّمَ ذَلِكَ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ.

Hal ini dijelaskan dalam Qs. An Nur: 3 artinya seperti yang telah ditulis di awal.

Baca Juga: Pernikahan Wanita Bercadar: Hukum & Catatan Inspirasinya

Itulah informasi yang bisa kita dapatkan untuk dipelajari lebih lanjut. Sehingga kita dapat mengetahui apa saja hukum menikahi seorang wanita pezina. Sehingga bisa menjadi pertimbangan dikemudian hari.

Sampai bertemu di artikel selanjutnya. Semoga bermanfaat. Terimakasih. Salam.

6 thoughts on “Hukum Menikahi Wanita Pezina Menurut Pandangan Islam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *