Niat Mandi Wajib Setelah Haid
Doa Niat Mandi Wajib Setelah Haid

Doa Mandi Wajib Setelah Haid dan Tata Caranya Menurut Islam

Diposting pada

Infokua.comDoa mandi wajib setelah haid adalah salah satu hal penting bagi wanita untuk dipelajari. Selain doa tata cara mandi haid juga harus baik dan benar. Maka penting mempelajari cara mandi wajib haid menurut Islam.

Selanjutnya, yang bisa kita pelajari tak hanya niat mandi wajib setelah haid menurut islam saja. Tetapi juga terkait waktu mandi wajib setelah haid.

Lalu ada pertanyaan seperti ini, apakah ada niat mandi haid dan junub sekaligus? Apakah doa mandi wajib setelah haid ini sama dengan niat mandi junub bagi wanita setelah berhubungan? Dalam artian apakah sama doa mandi wajib setelah haid dan bersetubuh?

Untuk menjawab, seperti yang telah tertulis dalam artikel sebelumnya:

Doa Mandi Wajib Setelah Haid & Alasan Mandi Wajib

Niat Mandi Wajib Setelah Haid
Doa Niat Mandi Wajib Setelah Haid

Nah sebelum kita lebih lanjut membahas tentang doa mandi wajib setelah haid, tak ada salahnya kita mengetahui apa saja yang menjadi alasan mandi wajib setelah haid.

Dalam islam setiap wanita yang telah mengalami haid atau datang bulan wajib hukumnya untuk mandi besar atau mandi wajib. Hal ini dimaksudkan agar dapat melaksanakan ibadah setelahnya.

Haid atau dalam istilah biologi disebut dengan menstruasi adalah peristiwa luruhnya dinding rahim pada wanita yang disebabkan oleh siklus hormonal yang terjadi pada semua wanita normal.

Normalnya haid terjadi selama seminggu lamanya. Dengan minimal terjadi satu malam dan maksimal lima belas hari.
Ada beberapa dalil yang tentang mandi wajib setelah haid, antara lain:

وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ الْمَحِيضِ قُلْ هُوَ أَذًى فَاعْتَزِلُواْ النِّسَاء فِي الْمَحِيضِ وَلاَ تَقْرَبُوهُنَّ حَتَّىَ يَطْهُرْنَ فَإِذَا تَطَهَّرْنَ فَأْتُوهُنَّ مِنْ حَيْثُ أَمَرَكُمُ اللّهُ إِنَّ اللّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ

Arti dari dalil di atas adalah :

“Mereka bertanya kepadamu tentang haidh. Katakanlah: “Haidh itu adalah suatu kotoran”.

Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haidh; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci.

Apabila mereka telah suci, Maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.”

Hal ini seperti yang telah tertulis dalam Qur’an Surat Al Baqoroh : 222.

Sabda Rasulullah SAW kepada Fatimah binti Abu Hubaisy ra adalah:

”Tinggalkan shalat selama hari-hari engkau mendapatkan haid, lalu mandilah dan shalatlah.” (Muttafaq Alaih).

Waktu mandi wajib setelah haid

Sebagian besar dari wanita pastinya sudah mengetahui dan memahami apa, bagaimana, kapan, serta seperti apa sih sebenarnya darah haid itu. Sebab wanita sudah mengalaminya sejak remaja setiap bulannya.

Namun demikian, apakah semua wanita sudah benar-benar mengetahui dengan jelas kapan waktu haid sudah benar-benar bersih dan berhenti keluar? Mari kita simak penjelasannya.

Sebagai Muslimah yang baik, tentunya merupakan suatu kewajiban untuk harus tahu kapan tepatnya darah haid tersebut berhenti keluar agar bisa melaksanakan ibadah salat.

Mengingat shalat adalah amalan ibadah wajib yang paling penting dan pertama kali di hisab ketika di Yaumul Akhir nanti.

Pertama adalah berdasarkan kebiasaan, biasanya waita sudah paham siklus tubuhnya masing-masing. Karena normanya haid akan terjadi sesuai dengan aturannya, mungkin ada yang maju atau mundur waktunya.

Kecuali ada bebera faktor yang menyebabkan haid tidak lancar. Biasanya juga haid terjadi selama 6 sampai 7 hari, pada hari ke-7 biasanya darah haid sudah keluar sedikit bahkan sudah tidak keluar lagi.

Inilah saatnya wanita untuk mandi wajib. Lalu bagaimana jika setelah mandi wajib esoknya keluar flek lagi? Maka tidak perlu mandi wajib lagi. Kecuali darah yang keluar banyak.

Baca Juga: Doa Supaya Suami Rindu, Setia dan Jujur Pada Istrinya

Banyak muslimah yang tidak paham akan hal ini. Dari kondisi tersebut, menyebabkan kebanyakan mereka tidak melaksanakan salat, ditambah parahnya wanita meninggalkan salat dikarenakan ketidakpahaman mengenai kapan waktu yang benar dan tepat untuk mandi wajib setelah haid.

Berdasarkan riwayat yang disampaikan oleh Ummu ‘Athiyah Radhiyalluhu ‘Anha yang berbunyi seperti ini:

كُنَّا لاَ نُعِدُّ الصُّفْرَةَ وَالكُدْرَة بَعْدَ الطُّهْرِ شَيْئًا

“Kami tidak menganggap sesuatu apapun (haid) darah yang berwarna kuning atau keruh sesudah masa suci,”

Wanita harus mengetahui perbedaan warna darah haid dan warna darah lainnya.

Biasanya warna darah haid berwarna merah dan kecoklatan. Sedangkan flek yang keluar setelah haid berhenti biasanya berwarna keruh atau kekuningan. Flek tersebut disebut darah penyakit.

Dalam islam, jika wanita mengalami keluar darah penyakit maka dianggap masih suci dan diwajibkan untuk melaksanakan shalat.

Pun halnya apabila haid yang kelar lebih dari waktu maksimal batas wajar yaitu lima belas hari, maka wanita wajib untuk melaksanakan mandi wajib di hari keenam belas dan wajib untuk melaksanakan shalat meskipun masih keluar darah.

Niat Mandi Wajib Setelah Haid

Niat Mandi Wajib Setelah Haid
Doa Niat Mandi Wajib Setelah Haid

Adapun niat mandi wajib setelah haid yang harus dibacakan saat mandi wajib adalah sebagai berikut:

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ حَدَثِ الْحَيْضِ ِللهِ تَعَالَى

“Nawaitul Ghusla Lifraf il Hadatsil Akbari minal Haidil Lillahi Ta’ala”

Yang artinya: “saya niat mandi wajib untuk mensucikann hadast besar dari haid karena Allah Ta’ala.”

Tata Cara Mandi Wajib Setelah Haid

Niat Mandi Wajib Setelah Haid
Doa Niat Mandi Wajib Setelah Haid

Adapun tata cara mandi wajib setelah haid yang bisa kita lakukan adalah seperti apa yang telah diriwayatkan oleh HR. Muslim dari ‘Aisyah ra. bahwa Asma’ binti Syakal ra.

Saat itu, ‘Aisyah ra bertanya kepada Rasulullah SAW. tentang mandi haid:

“Salah seorang di antara kalian (wanita) mengambil air dan sidrahnya (daun pohon bidara, atau boleh menggunakan sabun -sbh) kemudian dia bersuci dan membaguskan bersucinya.

Kemudian dia menuangkan air di atas kepalanya lalu menggosok-gosokkannya dengan kuat sehingga air sampai pada kulit kepalanya, kemudian dia menyiramkan air ke seluruh badannya.

Lalu mengambil sepotong kain atau kapas yang diberi minyak wangi kasturi, kemudian dia bersuci dengannya.Maka Asma’ berkata: ‘Bagaimana aku bersuci dengannya?’

Beliau bersabda: ‘Maha Suci Allah’ maka ‘Aisyah berkata kepada Asma’: ‘Engkau mengikuti (mengusap) bekas darah (dengan kain/kapas itu).”

Berikut adalah tata cara dan niat mandi wajib setelah haid mengikuti tata cara yang telah diriwayatkan Imam At Tirmidzi:

  1. Mengucapkan lafadz bismillah sambil berniat untuk membersihkan hadats besar. (Lafaz atau niat seperti yang sudah dijelaskan di atas).
  2. Membasuh kedua telapak tangan sebanyak 3 kali
  3. Membersihkan alat kelamindari segala jenis kotoran dan memastikan daerah nsekitarnya juga bersih
  4. Mengambil wudhu seperti hendak melaksanakan shalat
  5. Membasuh keseluruhan rambut di kepala.
  6. Membasuh kepala berserta telinga sebanyak 3 kali dengan 3 kali menimba air.
  7. Mengalirkan air ke seluruh tubuh di sebelah lambung kanan dari atas sampai ke bawah kaki
  8. Mengalirkan air ke seluruh tubuh di sebelah lambung kiri dari atas sampai ke bawah kaki
  9. Menggosok bagian-bagian yang agak sulit seperti pusat, ketiak, lutut dan lain sebagainya agar memastikan rata terkena air
  10. Membasuh kedua kaki.

Bagaimana hukum menunda mandi wajib setelah haid?

Bagaimakah jika hukum menunda mandi wajib setelah haid. Seperti apa yang disampaikan oleh Al Imam Al Mudaddits Muqbil Hadi Al Wadi’i.

Ia mengatakan: “Bila darah haid telah berhenti dalam waktu tiga hari, kurang ataupun lebih, wajib bagi si wanita untuk mandi dan mengerjakan shalat bila telah masuk waktunya, serta diperkenankan bagi suaminya untuk mendatanginya berdasarkan firman Allah Subhanahu wa ta’ala.

“Mereka bertanya kepadamu tentang haid. Katakanlah, ‘Haid itu adalah kotoran’. Oleh karena itu kalian harus menjauhkan diri dari istri-istri kalian di waktu haidnya (tidak melakukan jima’ pada kemaluan) dan janganlah kalian mendekati (menggauli) mereka sampai mereka suci dengan mandi.

Apabila mereka telah suci dengan mandi maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepada kalian (pada qubul).

Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang menyucikan dirinya.” (Al-Baqarah: 222).

Baca Juga : Cara Mandi Wajib Yang Benar Bagi Pria dan Wanita

Jadi kesimpulannya doa mandi wajib setelah haid ini berbeda dengan niat mandi wajib setelah berhubungan badan suami istri.

Selain doa, beberapa tata cara di atas juga penting untuk kita pelajari. Semoga informasi ini dapat bermanfaat untuk kita semua dalam menambah wawasan dan informasi tentang mandi wajib.

Sekian yang bisa kami sampaikan. Terimakasih. Salam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *