Dampak Nikah Siri
Dampak Nikah Siri

Dampak Nikah Siri, Ini Positif dan Kerugiannya

Diposting pada

Infokua.com – Dampak Nikah Siri harus menjadi pertimbangan bagi anda yang ada niatan untuk menikah secara siri. Terlebih bagi wanita yang akan dinikahkan secara siri.

Harus tahu betul seperti apa tanggung jawab nikah siri? Jadi meminimalisir kerugian nikah siri yang terjadi. Karena di sisi lain memang ada beberapa dampak positif nikah siri.

Selain itu, pahami juga ketentuan UU Nikah siri, baik yang terbaru 2017, atau yang sedang dalam pembahasan sejak 2018, dan UU Perkawinan atau yang menerangkan nikah siri dalam undang undang.

Dalam hal ini tentunya bagaimana peraturan pemerintah tentang nikah siri.  Jadi silakan dipahami terlebih dahulu apa nikah siri dalam hukum perdata?

Meski kita ketahui dalam Islam nikah siri dianggap sah jika rukun nikah siri dan syarat nikah siri dalam Islam terpenuhi.

Dan berikut ini beberapa hal yang bisa kita pelajari tentang apa saja dampak nikah siri yang kerap terjadi dan bagaimana solusi mensiasati agar dampak negatif tidak meluas. Berikut beberapa hal yang bisa kita ketahui:

Dampak Negatif Nikah Siri Terhadap Istri dan Anak

Dampak Nikah Siri
Dampak Nikah Siri

Terkait dampak nikah siri, di antaranya adalah merugikan istri dan anak. Kenapa? Hal ini karena pernikahan siri atau nikah di bawah tangan tidak sah menurut hukum negara.

Karena tidak diakui negara ini yang berimbas pada akibat hukum dari nikah siri yang pada akhirnya tak hanya merugikan istri, jika memiliki anak, maka imbasnya akan ke anak.

Karena dalam hukum negara tidak diakui atau tidak sah, maka istri dan anak karena nikah siri tidak memiliki hak nafkah, harta gono gini jika terjadi perceraian, hak asuh anak, harta warisan, dan tempat tinggal.

Jika dilihat kembali ke dalam Pasal 42 UU perkawinan dan Pasal 99 Kompilasi Hukum Islam (KHI), bahwasannya disebutkan, anak yang sah adalah anak yang dilahirkan dalam atau sebagai akibat perkawinan yang sah.

Selain itu, ada juga di Pasal 43 ayat (1) UU Perkawinan dan Pasal 100 Kompilasi Hukum Islam (KHI), disebutkan anak yang dilahirkan di luar pernikahan hanya memiliki hubungan perdata dengan ibunya dan keluarga ibunya.

Maka jika dilirik dari kata pencarian nikah siri dalam hukum perdata, anak kehilangan hak atas nama bahkan nasab bapaknya.

Selain itu gugur pula nafkah lahir batin, tempat tinggal, biaya pendidikan, dan warisan ketika sang bapak meninggal dunia, atau bercerai dengan ibunya.

Baca Juga: Syarat Menikah Bagi Laki Laki Menurut Islam & KUA 2019/2020

Ketika anak tidak ada hubungan secara hukum dengan bapaknya, maka dampaknya ke jiwa sang anak yang bisa saja dianggap sebagai anak luar kawin.

Terlebih ketika sang ayah tak mau lagi bertanggung jawab atas fungsinya sebagai bapak.  Selain itu, beberapa dampak nikah siri karena tidak diakui statusnya oleh negara adalah:

  1. Tidak mendapatkan surat nikah.
  2. Tidak terdaftar dalam kartu keluarga
  3. Tidak terdapat surat keterangan peristiwa kelahiran (akta lahir) baik dari bidan maupun rumah sakit untuk membuat akte kelahiran.
  4. Status anak terancam tidak diakui negara.

Nah tentunya dengan terhambat surat surat di atas, sehingga memicu problem lainnya. Seperti ketika tak memiliki akte lahir, yang akhirnya berakibat pada anak yang sulit mendapatkan hal sipil dan politiknya.

Dampak lain yang kemungkinan terjadi adalah diskriminasi dari lingkungan sekitarnya. Sehingga pertumbuhan sang anak dikhawatirkan negatif.

Ini jugalah yang disebut dengan Dampak Psikologis Nikah Siri Pada Anak

Kerugian Nikah Siri

Ada beberapa kerugian yang ditimbukan karena nikah siri. Di antaranya adalah seperti yang telah dipertegas pada artikel di atas, yakni tidak dapat dipertanggungjawabkannya dalam status hukum negara atau pemerintah.

Maka kerugiannya adalah tak dapat dibuatkannya surat menyurat ahli waris. Sehingga tak bisa juga melakukan gugatan terkait harta gono gini.

Apalagi jika negara hadir dengan meminta bukti pernikahan, maka ini tak bisa disampaikan. Maka dikhawatirkan nikah siri kerap disalahgunakan.

Penyalah gunaan nikah siri ini misalnya saja pada kasus kasus perselingkuhan. Bukan sepasan suami istri yang tertangkap basah melakukan hubungan yang tidak dibenarkan akhirnya mengaku menikah siri, padahal tidak.

Ada juga beberapa dampak yang ditimbulkan sebagai kerugian dari nikah siri, di antaranya:

  1. Pernikahannya tidak ada perlindungan hukum,
  2. Tidak memiliki buku nikah
  3. Sulit membuat akta kelahiran.
  4. Anak tidak dapat gugat secara hukum haknya setelah orang tuanya bercerai.
  5. Proses surat menyurat yang terhambat.
  6. Perceraian tidak dapat menuntuk hak gono gini, hak asuh anak, tunjangan nafkah setelah bercerai.
  7. Rentang digunakan untuk poligami.

Dampak Positif Nikah Siri

Dampak Nikah Siri
Dampak Nikah Siri

Kalau ada negatif, tentunya ada positif. Sebab dan akibat yang ditimbulkan, dari yang merugikan serta yang menjadi nilai sisi baik. Begitu juga yang terjadi pada nikah siri.

Dampak positifnya adalah, di mata agama nikah siri sah, ketika memenuhi rukun nikah dan syarat nikah dalam Islamnya.

Artinya meski nikah siri, tetapi pernikahannya sesuai dengan rukun perkawinan yang dianjurkan menurut syari’at begitu juga syaratnya.  Ada wali, pengantin, saksi, dan penghulu yang menikahkan.

Namun memang saksi pernikahan inilah yang diminta tidak memberitahukan akan pernikahan yang berlangsung kepada khalayak ramai.

Meski negatifnya begitu banyak ddari yang tidak tercatat dalam dokumen resmi negara, dan KUA, namun, beberapa hal positif nikah siri ini adalah

  • Terhindar dari zina dan maksiat kenakalan diluar nikah secara bebas.
  • Dapat mengurangi penyakit aids, atau penyakit kelamin lainnya.
  • Adanya pengurangan beban tanggung jawab perempuan.
  • Ketika hamil anak masih diakui dalam agama, ketika pernikahannya sah dalam Islam. Sehingga bukan anak hasil zina.

Pro Kontra Nikah Siri

Hanya saja memang, nikah siri meski legal di mata agama, ketika rukun dan syaratnya terpenuhi, namun masih menuai pro kontra, khususnya di Indonesia.

Terlebih ketentuan negara tak memperbolehkan jika tak sah di mata hukum negara. Karena tak tercatat pernikahnnya.

Bahkan pernah terdengar kabar adanya perluasan pasal zina, yakni seperti yang terdapat di dalam Rancangan Kitab Undang-undang Hukum Pidana (RKUHP).

Pro Kontranya RKUHP ini berpotensi over krimininalisasi. Namun di sisi laina da tindakan tegas untuk perluasan pasal tindak pidana zina. Dalam hal ini seperti yang akan menyasar orang-orang mempraktikkan nikah siri dan poligami.

Karena ada anggapan, bahwasannya, nikah siri, polgiami dan nikah secara adat bisa dipidana. Jadi kalau RKUHP ini jika disahkan, maka yang melakukan nikah siri bisa dipidana.

Terlebih sudah dijelaskan, bahwasannya, Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, perkawinan yang sah adalah perkawinan yang dilakukan berdasarkan hukum agama dan dicatatkan oleh negara.

Ketentuan hukum nikah siri ini tegas tertulis dalam Pasal 4 Kompilasi Hukum Islam (“KHI”) jo dan pada Pasal 2 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, seperti di dalam:

  • Pasal 4 Kompilasi Hukum Islam : Perkawinan adalah sah, apabila dilakukan menurut Hukum Islam sesuai dengan Pasal 2 ayat 1 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan.
  • Pasal 2 UU Perkawinan : Perkawinan adalah sah, apabila dilakukan menurut hukum masing-masing agamanya dan kepercayaannya itu. Tiap-tiap perkawinan dicatat menurut peraturan perundang-undangan yang berlak

Nikah siri dan beberapa nikah lainnya, seperti poligami yang tak mendapatkan izin istri pertama, dianggap pernikahannya tak sah secara hukum dan secara administrasi kependudukan tidak tercatat.

Maka ihwal nikah siri ini juga terus berpolemik menjadi pro dan kontra, ada yang mendukung dan menolak pengaturannya dan tafsir tafsirnya. Allahuallam.

Baca Juga: Hukum Perceraian di Indonesia dan Tata Cara Dalam Islam

Itulah beberapa hal yang bisa kita ketahui tentang apa saja yang menjadi dampak nikah siri, apa dampak positif, negatif dan tentunya yang merugikan.

Karena kerugian nikah siri ini berdampak sangat luas. Untuk itu, banyak yang hendak memiliki niatan nikah siri disarankan untuk menikah secara resmi.

Terlebih pernikahan seorang muslim. Setidaknya memastikan pernikahannya selain sah di mata agama, juga sah di mata hukum negara.

Sehingga tercatat dan dokumen pernikahannya ada, dilain waktu ada persoalan bisa dihadapi dengan mudah tanpa memeperlebar masalah.

Sekian yang bisa disampaikan. Semoga artikel tentang dampak nikah siri ini bermanfaat, dan dapat meningkatkan informasi yang kita dapatkan setelah membacanya. Sekian, terimakasih. Salam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *