Dampak Nikah Muda
Dampak Nikah Muda | Infokua.com

Dampak Nikah Muda, Ini Resiko Negatif & Positif Yang Dihadapi

Diposting pada

Infokua.com – Resiko nikah muda kerap memiliki dampak baik positif maupun negatif. Tentunya pertimbangan tersebut yang kerap menjadi dasar pemikiran seseorang untuk menikah.

Hal ini tentunya pemahaman menikah muda harus benar-benar diperkaya. Bagi seorang muslim, tentu tentang bagaimana menikah dalam Islam.

Misalnya saja, usia ideal menikah dalam Islam itu di umur berapa? Demikian juga untuk yang beragama lain. Sehingga yang belum menikah dapat membangun motivasi untuk menikah sesuai target tujuannya.

Tentu setiap orang memiliki motivasi menikah di usia yang telah ditentukannya. Sehingga, tujuan menikah dalam menyempurnakan separuh agama dan menjadi sunnah para rasul dapat mereka capai dengan baik.

Kendati demikian memang. Beberapa hal yang harus dipahami dalam menikah muda dalam Islam adalah persyaratan nikah dan rukun nikah telah terpenuhi.

Berbicara nikah muda? Apa sih hukum menikah muda dalam Islam? Anas bin Malik ra, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Siapa yang diberi karunia oleh Allah seorang istri yang solihah, berarti Allah telah menolongnya untuk menyempurnakan setengah agamanya. Karena itu, bertaqwalah kepada Allah setengah sisanya.”

(HR. Baihaqi 1916).

Dan pada hadits lain juga dijelaskan oleh Anas bin Malik, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Ketika seorang hamba menikah, berarti dia telah menyempurnakan setengah agamanya. Maka bertaqwalah kepada Allah pada setengah sisanya.”

Pengertian Menikah dalam Islam

Sebelum lebih jauh membahas tentang dampak nikah muda dan resiko resiko yang ditimbulkan, baik dampak negatif dan dampak positif, berikut beberapa penjelasan tentang pengertian menikah dalam islam.

Beberapa refrensi dari pendapat empat mahzab, pengeritan menikah di definisikan :

  1. Mahzab Hanafi : Nikah adalah akad yang artinya seseorang mendapatkan hak milik untuk melakukan hubungan seksual dengan perempuan yang tidak ada halangan untuk dinikahi secara syari.
  2. Mahzab Maliki : Nikah adalah sebuah akad yang menghalalkan hubungan seksual dengan perempuan yang bukan mahram, bukan majusi, bukan budak, dan ahli kitab, dengan sighah.
  3. Mahzab Syafii : Nikah adalah akad yang mencakup pembolehan melakukan hubungan seksual dengan lafaz nikah, tazwij atau lafaz yang maknanya sepadan.
  4. Mahzab Hambali : Nikah adalah sebuah akad perkawinan atau akad yang diakui di dalamnya lafaz nikah, tazwij dan lafaz yang punya makna sepadan.

Nikah adalah salah satu bentuk ibadah yang dianjurkan di dalam Islam. Adapun syarat syarat nikah dalam Islam adalah sebagai berikut:

  • Pengantin pria beragam Islam
  • Pengantin pria bukanlah mahrom sang calon istri
  • Ada wali akad nikah
  • Tidak sedang melaksanakan haji
  • Ikhlas, tidak menikah karena terpaksa

Dampak Resiko Nikah Muda

Dampak Nikah Muda
Dampak Nikah Muda | Infokua.com

Sebenarnya jika kita cermati dari banyak artikel, terkait menikah muda ini tak seperti pandangan banyak orang pada umumnya, termasuk pandangan penulis saat masih muda, yang konotasinya hanya berdampak negatif.

Dampaknya, dianggap sama denga dampak pernikahan dini. Nah pernikahan dini di Indonesia ini juga kerap terjadi.

Namun jika dicermati, nikah muda ini menjadi momentum yang bisa dijadikan salah satu cara untuk menghindari maksiat.

Pakar hukum Islam yang penulis baca, batasan menikah muda ini memang belum tersimpulkan satu kesepakatan, hanya menikah muda adalah mereka yang menikah sebelum mencapai usia baligh.

Namun, dalam pandangan Islam, tidak dijelaskan secara spesifik batasan usia menikah. Syariat Islam menganjurkan orang yang akan menikah, adalah ia seseorang yang telah siap secara mental, psikis, finansial, dan lain halnya.

Namun usia menikah muda dalam peraturan perundang – undangan perkawinan Bab II pasal 7 ayat 1 disebutkan bahwa perkawinan hanya diizinkan jika pihak pria sudah mencapai usia 19 tahun, dan pihak wanita berusia 16 tahun.

Namun memang menikah muda akan bicara soal dampak dan resiko yang ditimbulkan. Apakah dapat berlangsung lama? Sekedar menghindari maksiat? Atau ada yang lainnya. Mari kita bahas satu per satu…

Dampak Positif Nikah Muda

Berikut ini beberapa manfaat nikah muda yang menjadi dampak positif yang ditimbulkan.

1. Menghindari maksiat

Menikah muda adalah salah satu cara dan upaya dalam menghindari maksiat yang bernama pacaran. Seperti yang kita ketahui bersama, lumrah dan banyak sekali fenomena pacaran saat ini, dan bahkan mengkhawatirkan.

Pacaran yang tidak lagi berbatas antara laki laki dan perempuan yang pada akhirnya menimbulkan dosa zina. Nah, apakah dosa zina bisa diampuni? Jika tidak justru ini ngeri dan balasannya azab yang pedih.

Maka dari itu, dengan menikah muda yang dilakukan tersebut diharapkan bisa menjadi benteng diri bagi pasangan untuk tidak lagi berbuat maksiat yang menjerumuskan ke lembah syaiton.

2. Bentuk Ibadah

Menikah adalah salah satu ibadah yang dianjurkan dalam Islam. Jika berpacaran hanya mendatangkan kemudhorotan dan dosa, menikah justru mendatangkan pahala.

Menjadi istri yang patuh kepada suami, dan menjadi suami yang baik dan mampu memimpin insyaAllah akan mendapatkan pahala.

3. Meneruskan Generasi

Tujuan dari menikah selain sebagai bentuk ibadah, adalah sebagai cara meneruskan generasi agar tidak terputus hanya pada kita.

Selain bisa memenuhi kebutuhan batin bagi sepasang suami istri, hubungan suami istri dalam ikatan pernikahan juga berkesempatan untuk memiliki anak atau keturuan.

Pasangan nikah muda berkesempatan untuk dapat memiliki banyak anak atau keturuan.

Jika didasarkan ilmu kedokteran yang pernah saya baca, semakin bertambah usia, kesuburan organ reproduksi wanita akan semakin mengalami penurunan.

Maka dari itu nikah muda bisa menjadi salah satu solusi bagi yang ingin banyak keturunan.

Dampak Negatif Nikah Muda

Ada dampak positif tentu ada dampak negatif. Beberapa hal yang harus dipertimbangkan dan dipahami adalah tentang dampak negatif nikah muda.

Hal ini sebaiknya juga diminimalisir dan dihindari, semoga saja. Berikut beberapa hal yang bisa kita ketahui:

1. Rentan KDRT

Kekerasan Dalam Rumah Tangga bisa terjadi pada pasangan suami istri di usia yang tak dapat ditentukan. Termasuk pada pasangan yang masih muda atau mereka yang menikah di bawah umur.

Jika menikah muda dilakukan oleh pasangan yang masih di bawah usia yang diatur dalam undang undang negara, hal itu dikhawatirkan akan terjadinya KDRT.

Kemungkinan tersebut didasari faktor kesiapan mental, psikis, materi, dan ilmu yang belum sepenuhnya terpenuhi.

2. Risiko Kematian

Jika pernikahan yang akan dilakukan saat perempuan masih di bawah umur, yang dikhawatirkan adalah akan berdampak pada kesehatannya.

Berdasarkan data yang pernah saya pernah saya baca bahwasannya, perempuan usia 10 sampai 14 tahun yang menikah akan memiliki kemungkinan meninggal lima kali lebih besar saat kehamilan dan melahirkan.

Data tersebut merupakan usia yang dibandingkan dengan perempuan rentang usia 20 – 25 tahun. Namun lebih pastinya bisa ditanyakan ke yang lebih mengetahui hal tersebut.

3. Proses Pendidikan Tidak Tuntas

Jika pernikahan dilakukan saat usia masih sangat belia, dimana di usia tersebut anak masih harus menyelesaikan pendidikan, maka kemungkinan proses pendidikan tidak tuntas.

Maka dari proses pendidikan yang tidak tuntas ini justru dikhawatirkan akan mempengaruhi pada masa depan anak, masa depan si perempuan yang dinikahi juga.

Untuk itu alangkah sebaiknya proses pernikahan dilakukan jika pasangan sama-sama sudah menyelesaikan pendidikannya demi bekal masa depan keduanya dan masa depan anaknya.

Resiko Menikah di Usia Muda

Beberapa hal di atas bisa menjadi pacuan, motivasi hal hal yang baik, dan yang buruk dapat ditekan. Kita bisa mempelajarinya, sehingga tidak terjadi gejolak yang tidak diinginkan.

Maka dari itu, sebelum kita memutuskan untuk melaksanakan nikah muda, maka beberpa fakta resiko berkaitan nikah muda juga harus kita pahami. Seperti khususnya pada pihak perempuan.

Kenapa perempuan? Hal ini dikarenakan jika organ reproduksi belum berkembang sempurna sebelum usia 20.  Ini yang perlu dikonsultasikan lebih lanjut ke dokter atau ke pihak terkait, apa risiko yang akan dihadapi.

Selain itu yang kedua, di atas sudah disinggung terkait KDRT. Ini juga perlu dipahami, apa yang menjadi penyebab KDRT?

Karena pada umumnya orang beranggapan menikah muda memiliki kemungkinan lebih tinggi terjadinya KDRT. Apakah itu benar? Silakan lebih lanjut ke psikolog atau pihak yang lebih paham akan hal ini.

Selanjutnya, ketiga, ada yang menyatakan bahwa semakin muda usia pernikahan dari usianya menikah, maka semakin tinggi juga risiko gangguan psikologis yang menghampiri.

Contohnya saja rasa cemas yang berlebih, mood tidak menentu dan depresi. Ini terjadi karena ketidaksiapan mental seseorang dalam membangun rumah tangga.

Maka dari itu, jika memang belum siap secara lahir maupun batin, sebaiknya dihindari menikah muda dan berpuasalah dari hasraty hawa nafsu agar tetap terhindar dari maksiat.

Beberpa hal yang harus dihindari resiko menikah muda adalah sebagai berikut:

1. Tidak Mandiri

Karena pasangan masih di usia muda, dianggap tidak mandiri dan belum tentu seseorang sudah mampu membangun rumah tangganya.

Maka dari itu, jangan sampai menikah muda justru menjadi petaka dan akhirnya masih merepotkan keluarga dan orang sekitarnya.

Sehingga diharapkan, ketika sudah berani memutuskan untuk menikah muda, artinya ia yang sudah siap membangun rumah tangga secara lahir dan batin.

2. Belum Dewasa

Memang sih, ukuran dewasa bukan lagi berpatokan pada usia atau umur, namun pada pemikiran seseorang. Termasuk soal pernikahan demikian.

Maka dari itu, yang dikhawatirkan menikah muda bagi seseorang yang pemikiran masih kanak kanak akan sulit untuk mengaruhi kehidupan rumah tangga yang rentan akan masalah yang timbul dikemudian hari.

3. Belum Siap Merelakan Pendidikan dan Karir

Belum siap merekalan pendidikan dan karir. Jika ini belum bisa diikhlaskan, maka sebaiknya konsentrasi dalam menuntaskan pendidikan hindari pernikahan dini.

Maka dari itu, pernikahan yang karena faktor kecelakaan sehingga harus putus sekolah, dikhawatirkan akan menimbulkan dampak resiko yang besar.

Maka karir yang diimpikan akan terhenti. Lalu, fokus dalam mengurus rumah tangga dikhawatirkan timbul gejolak dari rasa ingin melanjutkan karir yang terhenti atau mengurus rumah tangganya.

Maka dari itu, jika memang belum siap, maka hindari hal hal yang menyebabkan pernikahan itu terjadi. Jika sudah siap, maka yakinlah akan pernikahan yang akan dibangun.

Baca Juga: Tips Menikah Muda dan Hal-Hal Yang Harus Dipersiapkan

Untuk itu dampak nikah muda ini harus diperhatikan dan dipahami agar tidak menimbulkan resiko negatif dan tetap memperkuat dampak positif yang didapat.

Maka beberapa hal yang harus dilakukan adalah mempersiapkan kesiapan yang matang terkait menikah muda. Tujuan menikah dibangun karena menyempurnakan separuh agama Allah SWT.

Anjuran menikah didasarkan sunnah para Rasul, sehingga keberkahan pernikahan dilimpahkan kepada sepasang pengantin tersebut.

Banyak hal lain juga selain kesiapan secara batiniah tersebut. Secara lahiriah misalnya, setidaknya ada finansial yang sudah menjadi rencana untuk menjadi benteng rumah tangga.

Konsep rumah tangga, visi misi yang dibangun juga harus jelas dalam pembahasan bersama. Sehingga, di kemudian hari tidak terjadi gejolak rumah tangga dan hal yang tak diinginkan.

Itulah beberapa hal yang harus dipahami, semoga kita istiqomah dalam kebaikan dan menjalankan syariat dan sunnah Rasul-Rasulnya Allah SWT.

Sekian yang bisa disampaikan terkait dampak nikah muda dan resiko yang ditimbulkan, terimakasih. Salam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *