Cara Mengurus Surat Cerai Tanpa Buku Nikah
Ilustrasi - Cara Mengurus Surat Cerai Tanpa Buku Nikah

Cara Mengurus Surat Cerai Tanpa Buku Nikah

Diposting pada

Infokua.comBanyak orang yang masih bingung bagaimana cara mengurus surat cerai tanpa buku nikah. Baik karena hilang maupun alasan lainnya.

Ini jugalah yang kerap menjadi alasan yang banyak ditemui dan menjadi hambatan untuk mengajukan syarat pengajuan cerai oleh suami maupun oleh istri.

Jadi pada umumnya, tidak menggunakan buku nikah dalam melengkapi syarat dokumen perceraian ini bisa dikarenakan buku nikah hilang, atau alasan lainnya yang tidak dapat diungkapkan.

Perceraian adalah proses terpisahnya hubungan perkawinan antara suami dan istri atas keputusan pengadilan dengan adanya cukup alasan.

Alasan yang diungkapkan haruslah yang dibenarkan oleh perundang undangan yang menjadi landasan adanya perceraian baik melalui talak ataupun gugatan cerai.

Hal ini harus berdasarkan Pasal 39 ayat 2 Undang undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan.

Hal Yang Harus Tahu, Cara Mengurus Surat Cerai Tanpa Buku Nikah

Cara Mengurus Surat Cerai Tanpa Buku Nikah
Ilustrasi Foto Pixabay.com – Cara Mengurus Surat Cerai Tanpa Buku Nikah

Ada beberapa hal yang harus kamu ketahui memang, hal dasar sebelum mengurus surat cerai tanpa buku nikah. Jadi harus paham hal atau alasan-alasan cerai yang dapat diterima hakim, dalam artian pengajuan cerai dikabulkan.

Cara mengurus surat cerai ini memang harus mematuhi ketentuan atau apa yang telah menjadi syarat administrasi proses perceraian oleh hakim, atau yang telah diputuskan oleh pengadilan agama.

Berikut beberapa hal yang harus dipelajari.

Alasan Cerai yang Diterima Hakim

Adapun beragam alasan yang dapat diterima oleh hakim adalah sebagai berikut :

  1. Salah satu pihak antara suami dan istri berbuat zina, atau menjadi pemabuk, pemadat, penjudi, dan lainnya yang susah untuk disembuhkan
  2. Salah satu pihak antara suami dan istri meninggalkan pihak lainnya selama dua tahun berturut turut tanpa adanya izin dari pihak lain dan tanpa alasan yang jelas dan sah, atau karena hal lain di luar dari kemampuannya
  3. Salah satu pihak mendapat hukuman pidana penjara selama lima tahun atau hukuman lainnya yang berat setelah perkawinan berlangsung
  4. Salah satu pihak melakukan kekejaman atau penganiayaan berat yang membahayakan pihak lainnya
  5. Salah satu pihak mendapat cacat fisik atau penyakit menular, dan berbahaya sehingga tidak dapat menjalani kewajiban sebagai suami atau istri
  6. Antara suami dan istri terus menerus adanya pertengkaran dan perselisihan dan tidak ada harapan untuk bisa hidup rukun lagi dalam rumah tangga
  7. Suami melanggar taklik talak
  8. Peralihan agama atau murtad sehingga menyebabkan terjadinya ketidak rukunan dalam rumah tangga

Jika alasan yang diajukan di luar dari delapan poin di atas, dan masih dapat ditangani dengan cara kekeluargaan, dan damai. Maka proses perceraian tidak dapat dilanjutkan.

Sementara, jika alasan dapat diterima oleh hakim, maka untuk menuju proses perceraian anda harus melengkapi beberapa dokumen.

Dokumen yang Harus Dilengkapi untuk Cerai

Adapun dokumen yang harus dilengkapi dalam proses perceraian adalah sebagai berikut :

  • Buku nikah asli
  • Fotokopi buku nikah sebanyak dua lembar bermaterai Rp 6000 dan dilegalisir
  • Fotokopi akta kelahiran anak bermaterai Rp 6000 dan dilegalisir (jika telah memiliki anak)
  • Fotokopi KTP penggugat
  • Fotokopi kartu keluarga (KK)

Berkas berkas di atas dilengkapi dan difotokopi sejumlah yang diminta, lalu dimasukkan dalam sebuah map agar rapi dan tidak ada yang tertinggal.

Langkah langkah Proses Perceraian

Sementara langkah langkah yang bisa dilakukan untuk proses perceraian ini adalah sebagai berikut :

  1. Mempersiapkan dokumen dokumen seperti yang telah di jelaskan di atas
  2. Mengajukan gugatan cerai ke pengadilan; jika beragama Islam dapat mengajukan ke pengadilan agama, sementara yang buka beragama Islam dapat mengajukan ke pengadilan negeri
  3. Membuat surat gugatan; pada surat ini berisikan identitas penggugat dan tergugat, serta alasan yang ditulis dengan lengkap dan rinci atas perceraian tersebut
  4. Menyiapkan biaya perceraian; biaya perceraian bergantung pada pengadilan di wilayah setempat, dan bergantung pada pasangan suami istri yang akan bercerai. Biaya perceraian ini juga meliputi biaya pendaftaran perkara, materai Rp 6000, biaya administrasi, redaksi, serta biaya panggilan, dan lain lain yang masih terkait dengan proses perceraian, seperti biaya jasa advokat
  5. Mempelajari tata cara dan proses persidangan
  6. Menyiapkan saksi yang sewaktu waktu akan ditanya oleh hakim saat persidangan berlangsung

Nah sementara cara mengurus cerai tanpa buku nikah bisa tetap dilakukan sebagaimana prosedur yang telah dijelaskan di atas.

Hanya saja, dokumen yang semestinya berupa buku nikah ini bisa diganti dengan duplikatnya atau fotokopinya.

Tetapi, jika memang anda tidak memiliki duplikatnya, maka anda dapat meminta duplikat kutipan akta perkawinan ke Kantor Urusan Agama (KUA) kecamatan.

Permintaan duplikat akta perkawinan tersebut akan diterbitkan dan ditanda tangani oleh Kepala KUA kecamatan.

Tetapi sebelum mengurus penduplikatan tersebut ke KUA, anda harus lebih dulu mengurus surat keterangan kehilangan dari kepolisian.

Setelah mengurus surat kehilangan dari kepolisian, anda juga harus melengkapi dokumen dokumen sebagai syarat Kepala KUA menerbitkan duplikat akta perkawinan tersebut.

Syarat Administrasi Mengurus Surat Nikah Yang Hilang di KUA

Dokumen dokumen yang harus anda lengkapi dan siapkan untuk dibawa ke KUA adalah sebagai berikut :

  1. Kartu identitas seperti KTP atau passport
  2. Surat keterangan kehilangan dari kantor kepolisian setempat
  3. Data pernikahan seperti tanggal bulan dan tahun menikah

Seperti itulah cara mengurus cerai tanpa buku nikah, lebih rumit karena anda harus mengurus dan meminta duplikat akta perkawinan ke KUA, serta membuat surat kehilangan di kantor kepolisian.

Oleh karena itu, sebaiknya anda menyimpan baik baik semua dokumen seperti buku nikah, dan lainnya.

Membahas mengenai perceraian, kita juga perlu tahu apakah bisa perceraian dilakukan jika tidak ada catatan sipil atas pernikahan yang dilakukan.

Seperti kita ketahui sebuah pernikahan dikatakan sah secara hukum negara jika telah tercatat di pemerintahan, meskipun secara agama dikatakan sah.

Jadi, bisa saja dua pasangan laki laki dan wanita menikah menurut ketentuan agama Islam, tetapi pernikahannya tersebut belum sah secara negara jika tidak dilakukan pencatatan.

Maka sebaiknya, lakukanlah pernikahan sesuai dengan syariat Islam, dan juga melakukan pencatatan supaya pernikahan tersebut sah di mata hukum negara.

Tetapi mengenai perceraiannya, sebetulnya proses perceraian tetap bisa dilakukan meskipun tidak ada catatan sipil atas pernikahan yang dilakukan. Namun, permohonan cerai tersebut belum tentu diterima oleh majlis hakim.

Ada majlis hakim yang menerima permohonan cerai meskipun perkawinannya tidak tercatat dalam negara, namun ada pula majlis hakim yang menganggap permohonannya tidak sah tanpa adanya catatan perkawinan.

Sehingga jika anda ingin mengajukan perceraian atas suami atau istri tanpa adanya catatan perkawinan di mata hukum negara.

Sebaiknya lakukan penetapan pengesahan perkawinan terlebih dahulu di pengadilan agar catatan sipil mengeluarkan akta nikah dan bagi umat Islam mengajukan permohonan itsbat nikah ke pengadilan agama.

Baca Juga: Syarat Nikah di KUA 2020 (Terbaru), Ini Informasinya

Demikian ulasan mengenai cara mengurus cerai tanpa buku nikah yang bisa kita pahami bersama, meskipun proses perceraian mudah dilakukan, tetapi alangkah baiknya jika kita berusaha untuk mempertahankan hubungan pernikahan kita.

Semoga informasi ini dapat bermanfaat, terimakasih. Salam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *