Batas Waktu Pendaftaran Nikah di KUA
Batas Waktu Pendaftaran Nikah di KUA | Ilustrasi Infokua.com

Batas Waktu Pendaftaran Nikah di KUA

Diposting pada

Infokua.com – Batas Waktu Pendaftaran Nikah di KUA. Nikah adalah benteng yang menjaga seseorang agar tidak melakukan perbuatan zina yang merupakan salah satu dosa paling besar.

Menikah utamanya adalah impihan banyak orang. Suatu tahapan jenjang yang diidam-idamkan. Waktu dan penantiannya teramat diharapkan.

Alasan-alasan menikah tentunya juga dikuatkan dengan motivasi menikah itu sendiri. Inilah pertemuan dua insan dalam satu acara ikatan janji suci.

Maka tak heran, ada banyak pertanyaan terkait pernikahan, salah satunya adalah yang akan kita bahas, yakni terkait batas waktu pendaftaran nikah di KUA. Ini berkaitan tentang daftar ke KUA berapa hari sebelum hari h.

Jadi, memang waktu yang tepat untuk daftar nikah ini patut kita pahami, jadi kita tahu, daftar ke KUA sebaiknya kapan?

Ini seiring pertanyaan tentang apa saja yang menjadi persyaratan nikah. Baik di KUA maupun di rumah. Baik syarat nikah pria (laki-laki) maupun syarat nikah perempuan (wanita).

Karena bisa saja mengetahui batas waktu pendaftaran nikah di KUA ini sebagai langkah upaya, mencari waktu daftar ke KUA sebaiknya kapan yang tepat.

Tepat dalam artinya, tepat karena syarat nikah sudah dipenuhi, biaya nikah di KUA sudah diketahui, atau ketika di rumah akad nikahnya, biaya nikah di rumah dapat dibayarkan sebagai administrasi pernikahan.

Sebab, memang, jika biaya nikah di KUA tak perlu dirisaukan selama jam kerja. Karena gratis. Dalam artian tidak dipungut biaya.

Ini sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) No 48 Tahun 2014 Tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 47 tahun 2004 tentang Tarif Atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak Yang Berlaku Pada Departemen Agama (Depag).

Batas Waktu Pendaftaran Nikah di KUA

Batas Waktu Pendaftaran Nikah di KUA
Batas Waktu Pendaftaran Nikah di KUA | Ilustrasi Infokua.com

Soal batas waktu pendaftaran nikah di KUA sebenarnya tidak dijelaskan secara pasti kapan. Sebab, ada yang baru mengurus 10 hari sebelum pernikahan atau akad nikah dilansungkan.

Namun saran, ketika ada pertanyaan daftar nikah di KUA sebaiknya kapan, sebaiknya adalah 1-2 bulan sebelum pelaksanaan nikah dilangsungkan.

Jadi sebulan sebelum akad nikah berlangsung. Bahkan bisa 2 bulan sebelumnya. Apalagi ketika semua sudah siap dan yakin pelaksanaan nikah akan berlangsung.

Meski, waktu mengurus surat nikah ini bisa diselesaikan dalam waktu 1-2 hari, atau selambat-lambatnya 1 minggu, tetapi sebaiknya diselesaikan sebelum 2 bulan menjelang pernikahan.

Memang ada, beberapa di antara yang sibuk memang memilih mengurus 10 hari sebelum hari akad nikah. Namun alangkah baiknya tidak terburu-buru. Baca Juga: Berapa Lama Mengurus Surat Nikah.

Apalagi prosesi pernikahan telah disiapkan secara matang, jadi bisa ikut disiapkan antara 1-2 bulan menjelang akad nikah berlangsung.

Karena memang ada banyak yang harus diurus, misalnya saja baik pengantin pria maupun mempelai wanita, harus melengkapi syarat syarat berikut ini:

Baca Juga: Urutan Wali Nikah, Ini Skema dan Silsilah yang Berhak

Syarat-syarat umum untuk mengajukan pernikahan di Kantor Urusan Agama (KUA) sebagai berikut:

  1. Surat keterangan untuk nikah ( surat model N1),
  2. Surat keterangan asal-usul (surat model N2),
  3. Surat persetujuan mempelai (surat model N3),
  4. Surat keterangan tentang orangtua (surat model N4),
  5. Surat pemberitahuan kehendak nikah (surat model N7) apabila calon pengantin berhalangan, pemberitahuan nikah dapat dilakukan oleh wali atau wakilnya.
  6. Keterangan/bukti imunisasi TT (Tetanus Toxoid) I calon pengantin wanita, kartu imunisasi, dan imunisasi TT (Tetanus Toxoid) II dari Puskesmas setempat.
  7. Membayar biaya pencatatan nikah sebesar Rp30.000.
  8. Bila tidak memiliki izin dari orang tua/wali, diharuskan meminta surat izin dari pengadilan,
  9. Pas foto dengan ukuran 3×2 sebanyak 3 lembar,
  10. Keterangan dispensasi dari pengadilan bagi calon suami yang belum berumur 19 tahun dan calon istri yang belum berumur 16 tahun,
  11. Bagi anggota TNI/POLRI diharuskan membawa surat izin dari atasan masing-masing,
  12. Surat izin Pengadilan bagi suami yang hendak beristri lebih dari satu orang(keterangan poligami),
  13. Akta atau surat keterangan cerai atau kutipan buku pendaftaran talak atau buku pendaftaran cerai bagi pengusul yang perceraiannya terjadi sebelum berlakunya UU Nomor 7 tahun 1989,
  14. Surat keterangan tentang kematian suami/istri yang ditandatangani oleh Kepala Desa/Lurah atau pejabat yang berwenang untuk menjadi dasar pengisian surat model N6 bagi janda/duda yang akan menikah.

Mau Daftar Nikah di KUA, Cek Proses Pengurusan Surat Nikah ke KUA Ini

Persyaratan Nikah di KUA 2019
Alur Pelayanan dan Persyaratan Nikah di KUA

Bagi yang ingin daftar nikah di KUA, sebaiknya coba cek apa saja yang harus dilengkapi, baik sebagai calon suami (mempelai pria) dan juga calon istri (mempelai wanita).

Ada beberapa dokumen yang harus dilengkapi ketika mendaftarkan nikah di KUA. Apalagi yang menikah beda provinsi, beda kabupaten/kota, beda pulau dan sebagainya. Ada beberapa syarat pendaftaran yang harus dipenuhi:

  1. Calon suami membawa Surat Pengantar dari RT-RW ke Kelurahan setempat untuk mendapatkan Isian Blangko N1, N2, N3 dan N4.
  2. Mendatangi Kantor Urusan Agama setempat untuk mendapatkan Surat Pengantar/Rekomendasi Nikah (Jika calon Istri beralamat lain daerah/Kecamatan).
  3. Jika Calon Istri se-daerah atau Kecamatan, berkas Calon Suami diserahkan kepada pihak Calon Istri. Berkas juga harus disertai lampiran sebagai berikut:
    • Foto copy Kartu Tanda Penduduk,
    • Akta Kelahiran dan C1 (Kartu Keluarga),
    • Pas foto 3×4 sebanyak 2 lembar, jika calon istri luar daerah,
    • Pas foto 2×3 sebanyak  5 lembar, jika calon istri sedaerah/Kecamatan.
    • Untuk pernikahan beda daerah, baik beda kecamatan, beda kabupaten, maupun beda provinsi, harus melengkapi beberapa syarat seperti yang telah tertulis pada artikel berikut ini: Syarat Nikah Beda Provinsi 2019 dan Cara Mengurusnya.
  4. Sedangkan calon istri membawa Surat Pengantar dari RT-RW ke Kelurahan setempat untuk mendapatkan Isian Blangko N1, N2, N3 dan N4,
    • Mendatangi Kantor Urusan Agama setempat untuk mendaftar Nikah dan pemeriksaan administrasi (bersama Wali dan calon suami),
    • Sebelum pelaksanaan pernikah calon suami dan calon istri akan mendapatkan Penasihatan Perkawinan dari BP4.

Syarat Tambahan Untuk Menikah

Berkas di atas harus menyertakan lampiran sebagai berikut:

  • Foto copy Karrtu Tanda Penduduk,
  • Akta Kelahiran dan C1 (Kartu Keluarga) Calon Pengantin,
  • Foto copy Kartu Imunisasi TT,
  • Pas foto latar biru ukuran 2×3 masing-masing Calon Pengantin 5 lembar,
  • Akta atau surat keterangan cerai dari Pengadilan Agama bagi duda dan atau janda cerai,
  • Dispensasi dari Pengadilan Agama bila usia kurang dari 16 tahun dan 19 tahun,
  • Izin atasan bagi anggota TNI/ POLRI,
  • Surat keterangan Kematian Ayah bila sudah meninggal,
  • Surat keterangan Wali jika Wali tidak se-alamat dari Kelurahan setempat,
  • Dispensasi Camat bila kurang dari 10 hari,
  • Model N5 (surat izin orang tua) jika usia Calon Pengantin kurang dari 21 tahun,
  • Model N6 (Surat Kematian suami/istri) bagi janda/duda meninggal dunia.

Melengkapi Dokumen dan Syarat Pengajuan

Jadi ada banyak hal yang harus ditentukan, beberapa di antaranya juga adalah lokasi akad nikah. Jadi saat daftar nikah di KUA mempelai wanita akan ditanyakan oleh pihak Kantor Urusan Agama setempat.

Pernikahan akan dilaksanakan di mana? Di KUa atau di rumah? Begitu juga calon pengantin pria, menikah di mana? Beda wilayah atau tidak? Waktunya kapan? Di KUA atau di rumah?

Untuk itu, kita juga perlu adanya Surat pengantar dari ketua RT, dan lainnya. Surat pengantar ini juga sebagai salah satu syarat di atas yang harus dipenuhi, dari pernyataan belum menikah dengan materai 6.000 yang diketahui ketua RT,RW, dan Kelurahan setempat, dan lainnya untuk melengkapi N1, N2, N3, N4 dan lainnya.

Catatan tambahan: Agar rukun nikah terpenuhi, jika Anda menikah dengan orang asing atau Warga Negara Asing (WNA), maka terdapat beberapa tambahan surat dan dokumen yang harus dilengkapi yaitu:

  1. Surat Tanda Melapor Diri (STMD) dari kepolisian,
  2. Surat keterangan model KII dari dinas kependudukan jika sudah tinggal lebih dari 1 tahun di Indonesia,
  3. Tanda lunas pajak bangsa asing jika sudah tinggal lebih dari 1 tahun di Indonesia,
  4. Foto copy paspor,
  5. Foto copy Akta Kelahiran,
  6. Keterangan izin masuk sementara dari kantor imigrasi,
  7. Surat keterangan dari Kedutaan atau Perwakilan Diplomatik negara yang bersangkutan dengan calon pengantin WNA.

Baca Juga: Tata Cara Akad Nikah dan Bacaan-Bacaannya

Nah itulah beberapa hal yang bisa kita ketahui, tentang waktu yang tepat daftar nikah di KUA, dan batyas waktu pendaftaran nikah di KUA.

Kalau sudah siap, segeralah, apalagi ada waktu senggang. Jika waktu tidak ada. Bisa minta tolong Pak RT, Pak Bayan atau yang lain dari pihak keluarga yang dikuasakan.

Sehingga prosesi berjalan aman dan nyaman, tanpa lupa akan suatu hal yang akhirnya dapat membuat kita terburu-buru. Jadi kesimpulannya daftar ke KUA 30-90 hari sebelum hari h.

Sekian yang bisa disampaikan. Semoga informasi ini bermanfaat. Terimakasih. Salam.

7 thoughts on “Batas Waktu Pendaftaran Nikah di KUA

  1. Kalau surat”nya sudah beres semuanya Dr dua pihak kita menunggu berapa hari atau berapa minggu menjelaskan hari H nya
    Mohon di jawab?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *