Aturan Resepsi Pernikahan New Normal
Ilustrasi Pernikahan/Pixabay/Free-Photos

Aturan Resepsi Pernikahan New Normal, Perhatikan Hal Ini

Diposting pada

Infokua.com – Resepsi pernikahan di era New Normal ada beberapa aturan yang harus dijalankan dan dilakukan oleh siapapun penyelenggara, utamanya terkait protokol kesehatan Covid-19 yang telah ditentukan pemerintah.

Ini menjadi perhatian ketika akan melangsungkan pernikahan, bahkan bisa menjadi syarat nikah 2021 dan sejak era covid-19 melanda.

Bahkan aturan resepsi pernikahan new normal ini akan terus diberlakukan, bahkan bisa jadi aturannya ditambah. Karena sampai saat ini, pandemi belum berakhir.

Bahkan jika sudah mereda pun di Indonesia tetap harus aturan pernikahan saat pandemi yang telah diberlakukan untuk ditegakan.

New normal ini adalah tata norma baru yang diberlakukan, atau adaptasi kebiasaan baru. Seluruh sektor mengalami hal ini, termasuk nikah di KUA, nikah di gedung, nikah di rumah dan lain-lain.

Tentu ini demi keamanan dan kesehatan, meski biaya nikah tentu akan ikut masuk dalam menyiapkan yang dibutuhkan untuk menegakkan aturan ini. Hanya saja sebagai pelaksana pernikahan bisa mengatur biayanya.

Aturan resepsi pernikahan ketika wabah corona saat new normal adalah salah satu cara para pelaku pelaksana resepsi pernikahan beradaptasi di tengah kehadiran virus agar tidak meluas.

Beberapa langkah diminta untuk bisa mematuhi protokol kesehatan agar dapat memutus mata rantai penyebaran COVID-19.

Ini pun telah tertuang sebagai hal-hal yang harus dijalankan sejak tahun 2020 lalu, seperti dalam Keputusan Mendagri (Kepmendagri) Nomor 440-830 Tahun 2020 tentang pedoman tatanan normal baru, pemerintah daerah memiliki kewenangan untuk membubarkan acara resepsi pernikahan, apabila tidak menerapkan protokol kesehatan.

Hal yang Harus Dipatuhi Sebagai Aturan Resepsi Pernikahan New Normal

Aturan Resepsi Pernikahan New Normal
Ilustrasi Pernikahan/Pixabay/Free-Photos

Berikut beberapa hal yang harus kita perhatikan sebagai aturan yang diberlakukan ketika menyelenggarakan resepsi pernikahan di era new normal saat ini:

1. Pembatasan Jumlah Tamu Undangan

Pertama yang menjadi sorotan adalah terkait pembatasan jumlah tamu undangan. Jadi tamu undangan tidak sebanyak tamu di hari-hari biasanya, sebelum pandemi belum berlangsung.

Bahkan akad nikah dalam islam maupun akad nikah permberkatan, serta agama lainnya juga diberikan pembatasan, yakni hanya 20 sampai 30 persen dari kapasitas tempat yang ada.

Beberapa penyelenggara pun, untuk akad nikah hanya diikuti keluarga terdekat saja. Ini yang paling direkomendasi. Sementara, terkait resepsi pernikahan, hanya diperbolehkan 50 persen dari kapasitas ruangan.

Pembatasan jumlah tamu undangan dalam akad dan resepsi pernikahan ini dimungkinkan untuk para tamu menjaga jarak ketika di pesta pernikahan yang diselenggarakan.

2. Cek Suhu Tubuh

Suhu tubuh dalam resepsi harus dihadirkan saat ini. Jadi ada petugas yang berjaga di pintu masuk resepsi. Setiap orang yang masuk wajib dicek suhu tubuhnya.

Ini tak hanya dilakukan pada tamu, tetapi juga pada semua orang yang terlibat dalam prosesi pernikahan. Jadi, dari calon pengantin, keluarga, panitia, sampai crew vendor yang digunakan.

3. Disediakan tempat cuci tangan dengan dilengkapi sabun/handsanitizer

Tuan rumah diminta untuk menyediakan tempat cuci tangan, yakni dengan dilengkapi dengan sabun, setidaknya handsanitizer.

Ketika nikah di gedung, bisa juga meminta pihak gedung untuk menyiapkan keperluan di atasm tak hanya toilet yang tersedia.

Ketersediaan tempat cuci tangan ini untuk memudahkan semua yang hadir bisa menjaga kebersihan, termasuk tangan.

4. Perias, penghulu, dan panitia (wedding organizer) wajib pakai masker, sarung tangan, serta face shield

Aturan Resepsi Pernikahan New Normal
Ilustrasi Pernikahan/Pixabay/Free-Photos

Tak hanya beberapa orang yang disebutkan di atas, tamu undanganpun sebaiknya menggunakan masker. Ini untuk memastikan keamanan semua pihak, demikian juga dengan membatasi diri dalam berinteraksi.

5. Jaga jarak dan tidak ada salam-salaman

Beberapa hal yang perlu dilakukan adalah untuk tetap jaga jarak satu orang dengan orang lainnya yang berkunjung. Meminimalisir interaksi ini penting. Termasuk tidak salam-salaman.

Dalam hal ini bukan hal yang sombong karena tidak mau salaman, namun untuk menghindari antrian dan tetap menjaga jarak.

Maka drive thru dalam resepsi kondangan kini menjadi hal yang terbaik yang bisa dipilih untuk bisa hadir mengirimkan doa pada resepsi pernikahan yang terselenggarakan.

6. Tamu bisa hadir secara virtual

Cara lain yang bisa digunakan adalah melihat akad nikah secara virtual. Demikian ketika hadir dalam pesta. Tamu dibatasi, untuk bisa menyaksikan yakni lewat virtual.

Cara yang bisa dilakukan adalah dengan menyewa layar LED, laptop, dan pastikan jaringan internet yang dimiliki lancar.

7. Memperhatikan jadwal loading barang

Jika menikah menggunakan vendor, yang perlu diperhatikan adalah jadwal loading barang. Jadi tidak menurunkan barang secara bersamaan. Masing-masing vendor harus sudah memikirkan waktu yang bisa dilakukan secara bergantian. Apalagi nikah di gedung.

8. Rapid test

Jika memiliki biaya pernikahan lebih, apa sajalahnya menyediakan layanan rapid test pada tamu undangan, termasuk yang akan menikah.

Ini memang tidak wajib ada, karena merogoh kocek yang cukup besar dalam biaya pernikahan. Hanya saja memastikan kenyamanan dan keamanan semua pihak adalah upaya terbaik dengan cara ini.

Masih ada banyak upaya yang bisa dilakukan dalam menegakan aturan protokol kesehatan pada saat resepsi pernikahan di era new normal ini berlangsung.

Sekian yang bisa disampaikan, semoga informasi di atas bermanfaat. Terimakasih. Salam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *